Wartaniaga.com, Kotabaru- Upaya mempererat sinergi antara pemerintah dan masyarakat di bulan suci terus digeber Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Sabtu (7/3) malam rombongan Safari Ramadan 1447 Hijriah menyambangi Masjid Al-Musamahah, Desa Mekarpura, Kecamatan Pulau Laut Tengah.
Kedatangan Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, bersama Sekretaris Daerah dan para pimpinan SKPD disambut hangat warga.
Momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan ajang “belanja masalah” untuk menyerap aspirasi warga di gerbang masuk Pulau Laut tersebut.
“Safari Ramadan ini agenda rutin tahunan. Selain silaturahmi, ini ruang bagi kami menerima aspirasi masyarakat untuk diselaraskan dengan visi-misi daerah,” ujar Syairi Mukhlis.
Dalam dialog tersebut, infrastruktur masih menjadi topik utama yang disuarakan warga Pulau Laut Tengah. Menanggapi hal itu, Syairi memaparkan kabar gembira mengenai mega proyek jembatan penghubung daratan Kalimantan dan Pulau Laut.
“Pulau Laut Tengah ini gerbangnya Kotabaru. Targetnya tahun 2028 atau 2029 jembatan sudah bisa digunakan. Dampaknya akan luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi. Saya yakin Kotabaru akan menjadi tujuan wisata utama di Kalimantan Selatan dengan kekayaan alam bahari dan pegunungannya,” tegas Wabup optimistis.
Tak hanya jembatan, komitmen H Muhammad Rusli untuk “menerangkan” pelosok desa juga disinggung. Pada tahun 2026 ini, anggaran sebesar Rp15 miliar telah disiapkan untuk Penerangan Jalan Umum (PJU), dan akan ditambah Rp15 miliar lagi di tahun 2027 agar seluruh desa di Bumi Saijaan terang benderang saat malam hari.
Senada dengan itu, Plt Camat Pulau Laut Tengah, Chrisna Effendi, mengungkapkan bahwa realisasi pembangunan sudah mulai dirasakan warga. Mulai dari pembangunan dapur makanan bergizi gratis hingga progres jembatan yang kini sudah masuk tahap pengerjaan oleh Kementerian PUPR.
“Kami sudah menerima surat pemberitahuan dari Kementerian PU. Pengerjaan jembatan dimulai 22 Desember 2025 hingga 31 Desember 2028 dengan nilai kontrak sekitar Rp3 triliun. Ini wujud komitmen nyata pimpinan daerah kita sehingga pusat mau mengalokasikan anggaran,” beber Chrisna.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis. Mulai dari insentif guru TPQ, bantuan usaha ekonomi produktif (UEP) dari Dinas Sosial, bingkisan kesehatan untuk balita dan ibu hamil, hingga bantuan bedah rumah dari Dinas Perkim dan sembako dari PDAM Kotabaru.
Di penghujung sambutannya, Wabup Syairi menitipkan pesan agar para camat dan kepala desa menjaga kondusivitas wilayah agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang selama Ramadan.
Reporter: Anaq.
Editor : Hariyadi




















