Rencana Universitas di Paser Menguat, STIE Widya Praja dan Sapta Group Siap Bergabung

Wartaniaga.com, Paringin – Tanah Grogot – Rencana pendirian universitas di Kabupaten Paser melalui penggabungan STIE Widya Praja Tanah Grogot dengan kampus milik Sapta Group mendapat dukungan luas dari berbagai pihak. Inisiatif ini dinilai strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mendorong pembangunan daerah.

Rencana tersebut dipaparkan dalam kegiatan koordinasi yang dihadiri Bupati Paser Fahmi Fadli, Pemilik Sapta Group Dr. Slametno, perwakilan LLDIKTI Wilayah XI Taufik, jajaran Pemerintah Kabupaten Paser, serta pengurus Yayasan Widya Praja Tanah Grogot dan Yayasan Sapta Bakti Pendidikan.

Dr. Slametno mengatakan, kolaborasi ini merupakan komitmen menghadirkan perguruan tinggi yang lebih dekat dan terjangkau bagi masyarakat Paser.

“Potensi Kabupaten Paser sangat besar untuk pengembangan universitas. Kami ingin putra-putri daerah bisa mengakses pendidikan tinggi berkualitas tanpa harus keluar daerah. Ini bagian dari kontribusi peningkatan SDM,” ujarnya, Jumat (27/2/26).

Bupati Paser Fahmi Fadli menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan STIE Widya Praja menjadi universitas melalui skema penggabungan tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Paser mendukung penuh program ini karena sejalan dengan visi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemerataan akses pendidikan tinggi,” tegasnya.

Ia berharap seluruh proses administrasi dan perizinan dapat berjalan lancar sesuai ketentuan, sehingga universitas tersebut dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Yayasan Widya Praja Tanah Grogot Suwito menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak dalam proses pengembangan tersebut.

“Kami berharap proses penggabungan dan pengembangan STIE Widya Praja menjadi universitas dapat berjalan lancar sehingga layanan pendidikan tinggi di Paser semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran universitas di Kabupaten Paser diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi serta meningkatkan rata-rata lama sekolah sebagai bagian dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Dalam skema kerja sama, pihak Widya Praja menyiapkan dokumen sewa gedung dan lahan minimal 10.000 meter persegi untuk jangka waktu minimal 10 tahun. Sementara Sapta Group bertanggung jawab atas dokumen pendirian universitas, penyediaan dosen dan tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana hingga proses perizinan selesai.

Proses pendirian universitas ini diperkirakan memakan waktu enam hingga 18 bulan dan diharapkan berjalan sesuai tahapan serta regulasi yang berlaku.

Reporter : Siti Nurjanah
Editor :Aditya

Pos terkait