Wartaniaga.com, Banjarbaru – Sabtu malam (7/2) di Taman Van Der Pijl, Kota Banjarbaru, berubah menjadi ruang kebersamaan penuh hangat dan semarak yang tak pernah terlupakan.
Denting tawa, dialog khas Mamanda, dan semangat para seniman menyatu dalam Pentas Mamanda yang dirangkai dengan Silaturahmi Paguyuban dan Komunitas Seni se-Banjarbaru.
Warga dengan antusias memadati kawasan taman, menyaksikan pertunjukan yang bukan sekadar hiburan, melainkan juga cermin identitas budaya Banjarbaru.
Acara ini turut dihadiri Walikota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, bersama suami, Riandy Hidayat, Ketua Umum Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kota Banjarbaru. Hal ini adalah sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam seni dan budaya daerah.
Kehadiran berbagai paguyuban dan komunitas seni menjadikan malam itu sebagai ajang temu rasa dan temu gagasan. Seni tidak hanya dipertontonkan, tetapi dirayakan sebagai warisan bersama yang mengikat lintas generasi dan latar belakang.
Dalam sambutannya, Riandy Hidayat menegaskan bahwa pentas ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menjaga napas seni budaya lokal.
Menurutnya, komunitas seni memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam menguatkan sektor ekonomi kreatif berbasis budaya.
“Seni dan budaya, termasuk Mamanda, bukan sekadar hiburan. Ia adalah identitas daerah yang harus terus kita jaga dan kembangkan agar tetap hidup dan bernilai,” ujarnya.
Puncak acara diwarnai penampilan Mamanda yang memukau. Alur cerita yang khas, dialog spontan penuh kelakar, serta pesan moral yang membumi membuat penonton bertahan hingga tirai akhir.
Tepuk tangan pun bergema, seolah menjadi janji bersama untuk terus merawat budaya Banjarbaru.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antar-komunitas seni semakin erat, sekaligus menjadikan pentas seni sebagai jembatan pelestarian budaya agar tetap relevan dan dicintai generasi muda di tengah arus zaman yang terus bergerak.
Editor : Eddy Dharmawan




















