Wartaniaga.com, Paringin – Upaya penurunan stunting di Kabupaten Balangan terus menunjukkan hasil positif. UPTD Puskesmas Juai mengembangkan inovasi Selamat Pagi (Sentral Keselamatan dan Pelayanan Gizi) dengan cakupan sasaran yang lebih luas serta intervensi yang semakin komprehensif guna memastikan tumbuh kembang balita berjalan optimal.
Inovator Selamat Pagi, Ma’ruf, Rabu (4/2/26), mengatakan penguatan inovasi mulai dilakukan sejak 2025. Program yang sebelumnya berfokus pada akurasi pengukuran tinggi badan dan identifikasi risiko stunting kini tidak hanya menyasar balita stunting, tetapi juga balita dengan permasalahan gizi lain seperti wasting dan underweight.
Intervensi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) turut dikembangkan berbasis edukasi dengan mengacu pada pedoman Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan. PMT tidak hanya berfungsi meningkatkan status gizi balita, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi orang tua mengenai pola makan seimbang.
Selain itu, inovasi Selamat Pagi diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Polsek, TNI, Pemerintah Kecamatan, serta Kader Pembangunan Manusia (KPM) melalui kunjungan rumah terpadu.
“Inovasi ini menekankan kualitas data awal melalui pengukuran berat dan tinggi badan balita menggunakan alat antropometri standar, disertai identifikasi faktor risiko spesifik melalui kunjungan rumah langsung,” ujar Ma’ruf.
Dampak program mulai dirasakan di 16 desa di Kecamatan Juai. Akses layanan kesehatan bagi keluarga dengan keterbatasan mobilitas meningkat, dengan cakupan kunjungan rumah mencapai sekitar 80 individu atau keluarga.
Pada 2025, angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Juai tercatat sebesar 18,25 persen, berada di bawah target Kementerian Kesehatan sebesar 18,8 persen. Puskesmas Juai optimistis inovasi Selamat Pagi dapat terus berkontribusi menekan angka stunting secara berkelanjutan, sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021.
Reporter : Siti Nurjanah
Editor : Hariyadi




















