Wartaniaga.com, Jakarta — Pemerintah Kota Banjarbaru kian serius menempatkan kebudayaan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Komitmen itu ditegaskan melalui pertemuan strategis Walikota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, bersama Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Banjarbaru dengan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, di Jakarta, Jumat (6/2).
Pertemuan tersebut mengusung satu gagasan besar: penetapan Kecamatan Cempaka sebagai Living Museum, yakni kawasan budaya hidup yang bertumpu pada sejarah, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat Banjarbaru.
Konsep ini diharapkan menjadi ruang hidup kebudayaan yang tidak hanya dilestarikan, tetapi juga terus berkembang dan memberi nilai tambah ekonomi.
Walikota Lisa menegaskan, pengembangan Living Museum bukan sekadar upaya menjaga jejak masa lalu, melainkan strategi pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan kebudayaan, edukasi, dan ekonomi kreatif.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar kebijakan kebudayaan dapat berjalan searah dan saling menguatkan.
“Pertemuan ini adalah ikhtiar kami untuk menyelaraskan arah pembangunan kebudayaan antara pusat dan daerah, agar Banjarbaru memiliki pijakan yang kuat dalam membangun masa depan berbasis budaya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Walikota Lisa menjelaskan bahwa Kecamatan Cempaka disiapkan sebagai fondasi Banjarbaru menuju Kota Kreatif Nasional 2027.
Living Museum diharapkan menjadi pusat aktivitas budaya yang produktif, sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Kota Banjarbaru dan KEK Banjarbaru.
Ia menilai langkah tersebut mencerminkan keseriusan daerah dalam menjadikan kebudayaan sebagai kekuatan strategis pembangunan, bukan sekadar pelengkap.
Editor : Eddy Dharmawan




















