Wartaniaga.com, Banjarmasin – Kinerja fiskal dan perekonomian Kalimantan Selatan menunjukkan capaian yang solid hingga 31 Desember 2025.
Hal tersebut dipublikasikan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Selatan dan Tengah (Kanwil DJP Kalselteng) bersama Kementerian Keuangan Satu Kalimantan Selatan dalam kegiatan Assets Liabilities Committee (ALCo) yang digelar di Aula Kanwil DJP Kalselteng, Kamis (22/1).
Kegiatan ALCo yang rutin dilaksanakan setiap bulan ini bertujuan menyampaikan perkembangan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta kondisi ekonomi regional. Acara dihadiri pimpinan unit Eselon I Kemenkeu Satu Kalimantan Selatan dan insan media di Banjarmasin.
Pada Triwulan III 2025, ekonomi Kalimantan Selatan tumbuh sebesar 5,19 persen (year-on-year), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,04 persen. Pertumbuhan tersebut ditopang sektor pertambangan, pertanian, dan industri pengolahan.
Dari sisi fiskal, realisasi belanja APBN mencapai Rp40,34 triliun atau 96,39 persen dari pagu, dengan penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp30,13 triliun.
Kinerja perdagangan luar negeri juga mencatatkan hasil positif. Hingga Desember 2025, neraca perdagangan Kalimantan Selatan surplus sebesar US$1.105,11 juta, meningkat 4,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Nilai ekspor tercatat sebesar US$1.229,17 juta, sementara impor sebesar US$124,06 juta.
Dari sisi harga, inflasi Kalimantan Selatan pada Desember 2025 tercatat 3,66 persen (year-on-year) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,06, lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,92 persen.
Secara bulanan, inflasi mencapai 0,76 persen (month-to-month), dipicu kenaikan harga emas perhiasan, beras, sigaret kretek mesin, bawang merah, dan cabai merah.
Meski demikian, tekanan inflasi tertahan oleh deflasi sejumlah komoditas seperti tarif parkir, tomat, ikan gabus, bawang putih, dan bayam.
Sementara itu, kinerja APBD regional Kalimantan Selatan hingga akhir 2025 mencatatkan surplus anggaran sebesar Rp2,69 triliun.
Realisasi pendapatan daerah mencapai Rp44,11 triliun atau 105,14 persen dari target, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tumbuh 6,04 persen. Adapun belanja daerah terealisasi sebesar Rp41,42 triliun atau 81,4 persen dari pagu.
Kepala Kanwil DJP Kalselteng, Syamsinar, mengungkapkan penerimaan pajak Kalimantan Selatan terealisasi sebesar Rp13,35 triliun atau 64,66 persen, mengalami kontraksi 24,14 persen (year-on-year).
“Penerimaan pajak masih sangat bergantung pada harga batu bara yang hingga kini belum menunjukkan peningkatan signifikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama di Kalimantan Selatan berhasil mencapai target penerimaan pajak 2025, kecuali KPP Madya Banjarmasin. Kondisi tersebut dipengaruhi perlambatan usaha Wajib Pajak besar, khususnya sektor pertambangan batu bara.
Menutup paparannya, Syamsinar mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak 2025 melalui sistem Coretax. Ia mengimbau Wajib Pajak Orang Pribadi agar tidak menunda pelaporan hingga mendekati batas akhir pada 31 Maret 2026 guna menghindari antrean dan kendala teknis.
Editor : Eddy Dharmawan




















