Wartaniaga.com, Banjarmasin – Setiap tahun ketupat menjadi primadona saat perayaan lebaran, para pedagang ketupat di berbagai daerah kini tengah menikmati lonjakan permintaan menjelang Hari Raya.
Salah seorang pedagang urung ketupat di kawasan Sungai Baru, Ghina yang sudah berjualan hampir 30 tahun itu mengungkapkan bahwa penjualannya meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.
“Hari biasa sepi paling terjual puluhan biji saja, kalau seminggu jelang lebaran sudah pasti banyak permintaan apalagi h-1 lebaran bisa 800 sampai seribu biji urung yang terjual”, ujar Ghina, Sabtu (29/03/25).
Ia menambahkan perbedaan harga urung ketupat sebelum dan saat Ramadhan yang terbilang cukup jauh.
“5 ribu 10 ikat sebelum Ramadhan, kalau saat Ramadhan semakin mahal karena pucuknya juga mahal, biasa15 ribu 10 ikat”, paparnya.
Ghina juga mengaku bersyukur banyak yang berlangganan di tempatnya, pesanan dari tahun ke tahun selalu ada hingga 800 biji urung ketupat yang di terimanya.
“Alhamdulillah, setiap tahun pasti ada pesanan orang sampai 800 biji, sebagai langganan saya kasih diskon 10 sampai 20 ribu supaya mereka senang “, cetus Ghina seraya menganyam urung ketupat dagangannya.
Sementara itu, berbeda dengan pedagang ketupat dan lontong sudah di masak yang terkenal padat dan tahan lama, Rosimah menjelaskan, jelang lebaran omset naik dan meraup untung dalam setiap tahun.
“Penghasilan yang di dapat lumayan, biasa orang memesan 500 biji lontong dan 500 biji ketupat, sampai warung buka 24 jam non stop”, jelas Rosimah.
Namun demikian, dirinya memaparkan ketupat dan lontong miliknya tidak ada sama sekali bercampur bahan pengawet.
“Tidak ada campuran apa apa, semua bahan alami, agar tidak basi di rebus selama 8 jam, kalau tidak lama seperti itu mudah sekali basinya”, tutupnya seraya duduk memasukkan beras ke dalam urung lontong yang hendak di rebus.
Reporter:Sephia
Editor:Reza



















