Wartaniaga.com, Banjarmasin – Rencana pengurangan BOPTN (Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri) membuat khawatir mahasiswa dengan bayaran UKT (Uang Kuliah Tunggal).
Pasalnya pemerintah berencana untuk mengurangi BOPTN sebesar 50%. Jika demikian dampaknya terhadap UKT yang kemungkinan akan dinaikkan.
Ketua BEM FISIP UNISKA, Muhammad Arifin mengaku resah jika dampaknya terhadap UKT mereka yang terlalu banyak.
“Di luar sana banyak yang ingin berkuliah di Perguruan Tinggi namun terkendala biaya UKT yang mahal”, papar Arifin seraya berjanji akan perjuangkan ini ke Wakil Rakyat di DPRD Kal – Sel
Salah seorang Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri Banjarmasin, Anisa Fithriana juga mengkhawatirkan hal tersebut akan mengurangi aktivitas dunia pendidikan.
“Ranah BOPTN ada penelitian dan ada non penelitian, jadi kalau berkehendak kegiatan seperti seremonial dikurangi, bukan dana pendidikan yang malah dipangkas”, paparnya.
Dikatakannya, pendidikan menjadi bagian penting untuk generasi Indonesia dan majunya sebuah negara, begitupun konstitusi sudah menegaskan bahwa “mencerdaskan seluruh bangsa” lewat pendidikan.
“Jangan sampai karena permasalahan uang seperti rumor yang sudah beredar akses pendidikan semakin sulit, begitu banyak anak bangsa yang pesimis dengan masa depannya”, tutupnya dengan ketakutan jika hal ini terjadi.
Reporter : Sephia Aprilian Pradini
Editor:Reza




















