Pemkot Banjarmasin Sosialisasikan Penyesuaian Tarif PALD

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Perumda Pengelola Air Limbah Domestik (PALD) Kota Banjarmasin menggelar Sosialisasi Peraturan Wali Kota Banjarmasin Nomor 152 Tahun 2023 Tentang Tarif Pelayanan Pengelolaan Air Limbah Domestik dan Layanan Sedot Tinja, di salah satu hotel di Banjarmasin, Senin (26/2/24).

Sosialisasi ini dilakukan seiring dengan penyesuaian tarif Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) kepada pelanggan Perumda PALD.

Menurut Ibnu Sina ini adalah upaya-upaya yang dilakukan Perumda PALD untuk memaksimalkan potensi yang ada, karena mengingat kapasitas berada diangka 15 ribu.

“Sekarang Perumda PALD sudah ada 300 an lebih pelanggan baru, untuk sekarang terhitung pelanggan keseluruhan di angka 7 ribuan pelanggan” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan kepada Perumda PALD, Ibnu Sina pun mewajibkan seluruh Pemko Banjarmasin wajib menjadi pelanggan, baik yang masuk langsung ke saluran air limbah di tujuh titik ataupun dilayani secara berkala secara mobile.

“Jadi mohon dukungan semua mudah-mudahan bisa kita wujudkan sama-sama, saya kira ini tidak memberatkan, demi kita semua, di mana manfaatnya bisa kita rasakan,” ungkapnya.

Dikesempatan yang sama, Endang Waryono, Direktur Perumda Pengelolaan Air Limbah Domestik (PALD) Kota Banjarmasin, mengatakan Kalau Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) akan mengalami kenaikan tarif sebesar Rp 1.500,- dan yang agak besar Rp 2.000,- kalau Rumah Tangga dari A21 hingga A23 sebesar Rp. 5000,-

“Tarif semula yang dipatok kepada pelanggan Perumda PALD untuk MBR 12,5 persen dan non MBR sebesar 25 persen dengan anggaran mencapai 500 juta rupiah per bulan untuk Kota Banjarmasin” katanya

Perumda PALD yakin dan optimis untuk anggaran pasti akan tertutupi dengan adanya pelanggan yang bertambah

“Pelanggan bertambah otomatis biayanya akan bertambah juga, karena dalam rumah tangga yang sudah menjadi mitra kita, setiap 2 tahun sekali kita sedot, lalu tiap tahun ada free untuk melakukan perbaikan,” tambahnya.

Mengenai kebijakan ini, Endang membeberkan akan diberlakukan pada bulan April sehingga pihaknya akan giat melakukan sosialisasi sampai bulan Maret.

“Kalau untuk biaya operasionalnya akan kita lihat setelah satu bulan berjalan, kalau dihitung pendapatannya kira-kira lebihnya dari 900 Juta rupiah hingga 1 Miliar rupiah perbulan,” tutupnya.

Editor : Fairuz Reza

Pos terkait

banner 468x60