Sedikit Biayanya, Melejit Untungnya Melakui Smart Farming

Di MAF ini peserta mendapatkan materi dari Abdul Roni berupa penggunaan smart farming berbasis teknologi. Dimana metode ini telah di aplikasikan oleh Bapeltan Lampung dalam budidaya dan mekanisasi pertanian sehingga menciptakan Pertanian Presisi berbiaya rendah (Low Cost Precision Farming).

Metode Precision Farming System 4.0 diatas sendiri juga telah di aplikasikan di beberapa wilayah di Indonesia seperti di Kalimantan Selatan, Lampung, Sumatra, Sulawesi, Jawa dan beberapa wilayah lainnya .

Sedangkan pemateri kedua, Abdul Gushai mengambil tema Penerapan Precision Farming di Landicang Farm khususnya dalam budidaya dengan metode hidroponik.

Abdul Gushai menjelaskan bahwa dengan penerapan Precision Farming dalam hidroponik dapat meningkatkan pertumbuhan, hemat pupuk, air lebih efisien, hama penyakit dapat dikurangi, hemat tempat, hemat tenaga, hara dan Ph lebih teliti, tidak perlu pengolahan tanah, hemat biaya dan tentunya kualitas tanaman lebih bagus.

Melalui closing statementnya, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti menghimbau, para petani khususnya petani milenial untuk menggunakan pertanian presisi. Sebab pertanian presisi adalah sistem pertanian terpadu berbasis pada informasi dan produksi, untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas dan profitabilitas produksi pertanian dari hulu ke hilir yang berkelanjutan, spesifik lokasi serta meminimalkan dampak yang tidak diinginkan pada lingkungan.

Sumber : Tim Ekpos SMK-PPN Banjarbaru

Pos terkait

banner 468x60