Penyampaian APBD Perubahan 2022, Gubernur Prioritaskan Anggaran untuk Pelayanan Dasar Masyarakat

Wartaniaga.com,Banjarmasin- Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor Sampaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan tahun 2022.

Paman Birin sapaan akrab Gubernur Kalsel menjelaskan APBD perubahan tahun anggaran 2022, dirancang dengan mempertimbangkan prinsip akuntabilitas, efisiensi dan efektivitas, serta memprioritaskan anggaran yang sifatnya rutin, wajib dan memenuhi pelayanan dasar, yang berkaitan dengan hajat hidup
orang banyak.


Adapun, proses penyusunan APBD perubahan tahun anggaran 2022 berpedoman pada perubahan RKPD, perubahan kebijakan umum APBD, serta perubahan prioritas plafon anggaran sementara APBD tahun anggaran 2022.

Struktur atau postur APBD yang tertuang dalam rancangan perubahan APBD tahun anggaran 2022, dapat dijelaskan sebagai berikut:


Pertama, pendapatan daerah dianggarkan dengan proyeksi sebesar 7,494 Trilyun Rupiah naik sebesar 1,2 Trilyun Rupiah atau 19 persen dari target pendapatan pada APBD murni sebesar 6,278 Trilyun Rupiah.

Kedua, belanja daerah dianggarkan sebesar 7,765 Trilyun Rupiah naik sebesar 1,5 Trilyun Rupiah atau 24 persen dari belanja daerah, yang dianggarkan pada APBD murni sebesar 6,2 Trilyun Rupiah.

Ketiga, pada posisi penerimaan pembiayaan, yaitu pada jenis pembiayaan sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya, dianggarkan sebesar 424,8 Milyar Rupiah, naik sebesar 374,8 Milyar Rupiah atau 750 persen, dari penerimaan pembiayaan yang dianggarkan pada APBD murni sebesar 50 Milyar Rupiah.

Keempat, pengeluaran pembiayaan dianggarkan sebesar 153,6 Milyar Rupiah, naik sebsar 68,6 Milyar Rupiah atau 81 persen dari pengeluaran pembiayaan yang dianggarkan pada APBD murni sebesar 85 Milyar Rupiah.

“Perubahan APBD tahun 2022 ini, kita harapkan dapat meningkatkan kualitas, serta efisiensi keuangan daerah dalam membiayai
penyelenggaraan pemerintahan,
pembangunan dan pelayanan terhadap masyarakat,” bebernya.

Lebih lanjut, komposisi perubahan APBD tahun anggaran 2022, permasalahan kesehatan dan sosial bisa ditangani dengan baik dan peningkatan layanan kesehatan. Demikian pula penekanan dampak sosial seperti kemiskinan dan pengangguran secara maksimal serta berkelanjutan.

“Mudah-mudahan, perubahan APBD tahun anggaran 2022, memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat dan ¬†keberlanjutan pembangunan di
Kalimantan Selatan,” imbuhnya.

Editor: Aditya

Pos terkait

banner 468x60