Ia mengatakan jembatan Paringin akan dibuatkan Fly Over Brigde (FOB), supaya masyarakat pengguna jalan dengan kendaraan roda dua dan mobil pribadi masih bisa melintas di satu jalur secara bergantian.
“Kendaraan roda 6 keatas dihimbau menggunakan jalur alternatif lain, melewati jalur Hulu Sungai Utara,” ucapnya.
Lebih lanjut Syauqi menjelaskan, perbaikan jembatan Paringin kali ini memakan waktu 2 bulan dan menelan biaya Rp 2,5 milyar.
Perlu diketahui Jembatan Paringin yang mengalami kerusakan dibangun sejak tahun 1991 atau sudah berusia 30 tahun.
“Sudah lebih 30 tahun, dengan usia yang turun dan angkutan semakin berat, tentu mempengaruhi,” bebernya.
Selain itu, pihaknya juga akan memperbaiki beberapa jembatan yang ada di wilayah Hulu Sungai Utara.
Editor: Aditya




















