Wartaniaga.com, Banjarmasin – Ketua Dewan Adat Dayak ( DAD) Kalimantan Selatan, Abdul Kadir menghimbau agar kegiatan Aruh Adat sesuai dengan adat dan budaya Dayak.
Menurutnya, Aruh Adat adalah ritual suci warga Dayak sebagai bentuk syukur kepada sang Maha Pencipta.
Untuk itu, sambungnya sudah tidaklah pantas jika dicampur dengan perjudian, sambung ayam dan minum-minuman.
” Aruh Adat merupakan ritual suci agar diberi keselamatan dan kita terhindar dari segala bencana, maka jangan dinodai dengan aktivitas yang menodai kesucian itu,” ujarnya.
Ia berharap para Damang dan Kepala Adat dapat memberikan pemahaman kepada warganya.
Bagi Abdul Kadir, perjudian, sambung ayam dan minum-minuman bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia jadi jika nanti ada aparat hukum yang mengambil tindakan akan menjadi masalah baru.
Dikatakannya, pada pada Meo 2022 yang lalu saat Aruh Adat terjadi perkelahian dan mengakibatkan korban meninggal dunia.
” Kita berharap kejadian itu tidak terulang lagi. Dan kami sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan TNI untuk membantu menertibkan jika ada aktivitas perjudian dan semacamnya ada di acara Aruh Adat,” jelasnya.




















