Mahasiswa UMB Khidmat dengarkan Sosialiasasi Wawasan Kebangsaan Ketua DPRD Kalsel

Dijelaskannya lagi, nilai-nilai dalam empat konsensus dasar mencakup Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, NKRI, dan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Dalam semboyan itu, ia menekankan pada aspek persatuan dan kesatuan dalam setiap perbedaan yang ada.

“Setiap agama, aliran, dan pemikiran tertentu selalu memiliki makna dan tujuan yang sama, sebabnya persatuan merupakan hal yang mutlak dalam keberagaman yang ada,” papar Puar.

Lanjut, menjalan persatuan dan kesatuan bangsa dan tanamkan atas kesadaran pribadi kita jangan mudah terhasut oleh kelompok- kelompok radikal.

Sementara itu Tajudinnor, SE menyampaikan ilustrasi sejarah Negara di dunia seperti Turki yang sekarang dipimpin oleh Edrogan yang salah selogannya.

“Kalau orang pintar tidak mau terjun ke dunia politik, maka orang jahat yang akan masuk,” paparnya.

Dikatakan Tajudinnor lagi, dengan pendidikan Pancasila akan meningkatkan akhlak mulia dan pembangunan karakter bangsa. Sebagai ideologi dan dasar negara Pancasila mempunyai fungsi sebagai acuan dalam mempersatukan Indonesia.

Wawasan Kebangsaan yang kuat, rukun bersatu, berdaya saing tinggi, sejahtera, terjaganya sejarah kebangsaan indonesia dan cinta NKRI meningkatkan kualitas penangkal paham-paham radikal demi lestarinya Bangsa.

Editor: Aditya
Foto: Humas

Pos terkait