Soejatmiko selaku pemateri kegiatan ini, dalam paparannya menyatakan, literasi keuangan sangat penting untuk mengetahui untung ruginya suatu usaha yang kadang tidak disadari sepenuhnya, “Selama tidak memahami pengelolaan keuangan, tak akan kaya” ucap Konsultan PPIU Kalsel ini.
Pentingnya pemahaman tentang keuangan bagi fasilitator karena mereka nantinya juga mendampingi penerima manfaat program YESS terkait pengelolaan keuangan usaha dan rumah tangga, peningkatan pendapatan dan penerima hibah kompetitif.
Lanjut pemateri dari PPIU Kalsel bidang Monev, Buyung Al Amin mengatakan, “Mereka juga mengawal penerima manfaat untuk mengakses Lembaga keuangan, pasar, jejaring usaha, mitra Kerjasama dan serapan tenaga kerja.”ucapnya saat memberikan materi tentang Metode Monitoring, Evaluasi dan MIS.
Terkait hal tersebut, dijelaskan pemateri Anis Wahdi saat menyampaikan materi Motivasi Agribisnis mengatakan bahwa keuntungan dari suatu usaha harus dimaksimalkan. “Jadi mencari untung itu tidak mesti harus selalu uang, tetapi juga keuntungan dari jejaring, kedudukan sosial, efektifitas waktu dan pengalaman.” Tuturnya.
Para fasilitator juga mendapatkan pendalaman materi tentang Hibah Kompetitif, khususnya terkait pelaporan. “Karena bantuan pemerintah, maka penerima hibah harus menyampaikan rencana secara jelas, penggunaan dana harus sesuai dan perhitungan keuangan harus tepat.” Ucap Syarif Sofyan dari tim keuangan SMK-PP N Banjarbaru.
Dalam materi Analisis Usaha Tani Komoditas Unggulan, Mira Yulianti menekankan pentingnya perhitungan BEP dan Ratio suatu usaha. Selain itu, perlu juga memperhatikan penyusutan dan perhitungan penentuan harga suatu barang berdasarkan usia pemakaiannya. “Yang terpenting, proposal harus realistis, sesuai apa yang ada di lapangan”, jelasnya.
Sumber : SMK PP Banjarbaru




















