Wartaniaga.com, Banjarmasin – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Imam Subarkah mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam menggunakan uang dan tidak panic buying hadapi Ramadan dan Idul Fitri 1443 H ini.
Hal ini disampaikannya saat acara berbuka puasa bersama dengan para wartawan dan para staff dan pimpinan Bank Indonesia perwakilan Kalimantan Selatan disalah satu hotel Banjarmasin, Senin (12/4/2022).
“Dalam berbelanja, masyarakat harus menimbang dan memilih keperluan yang lebih penting dibandingkan dengan keperluan lainnya serta tidak perlu panik buying,”ujarnya.
Lebih lanjut, Imam mengatakan kebijakan dalam mengelola aset yaitu uang sebagai harta selain merawat juga mengetahui kondisi kebutuhan/deman dengan memilih sesuai dengan keperluan yang utama.
Selain itu, masyarakat juga harus Cinta, Bangga dan Paham Rupiah. Dengan menjaga dan merawat Rupiah, mengetahui ciri keaslian Rupiah, menjadi mudah dikenali dan menghindari uang palsu dan tidak layak edar.
“Dari sisi kekinian pergunakanlah uang elektronik atau QRIS selain aman, menghindari adanya uang palsu juga mengurangi perdaran uang lusuh atau tidak layak edar,”tambahnya.
Imam juga menghimbau agar menukar uang pada Bank Indonesia atau Bank-bank umum dan BPR yang sudah ditunjuk Bank Indonesia dalam melakukan penukaran uang rupian baru.
“Agar masyarakat menukar uangnya melalui Bank-bank serta BPR yang resmi untuk menghindari peredaran uang palsu di masyarakat. Meskipun banyak masyarakat yang melakukan praktek bisnis penukaran uang dijalan-jalan, tetapi harus waspada karena tidak ada jaminan untuk itu,”tutupnya .
Editor : Eddy Dharmawan




















