Mama Adaw, 25 Tahun Menggeluti Pais Sagu

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Amuntai- Kue atau Wadai dalam istilah bahasa Banjar menjadi salah satu panganan favorit masyarakat suku Banjar khussunya di Kalimantan.

Puluhan jenis wadai yang biasa dikenal masyarakat terlebih lagi saat bulan Ramadhan tiba, akan ada ratusan jenis kue yang dijual sebagai hidangan berbuka puasa.

Salah satu kue yang menjadi kesukaan dan khas masyarakat Hulu Sungai Utara ialah Pais Sagu. Meski sudah tak begitu banyak yang menjual, kue yang satu ini tetap menjadi buruaan masyarakat kota Amuntai dan sekitarnya.

Adalah Mama Adaw yang hingga saat ini masih bertahan membuat dan menjual kue yang satu ini. Walau berjarak sekitar 7 kilometer dari kota Amuntai, dagangannya selalu laris diserbu para pembeli. Bahkan, tak Cuma mereka yang berasal dari Amuntai tetapi kabupaten tetangga seperti Hulu Sungai Tengah, Balangan dan Tabalong.

BACA JUGA:  Wabup Syamsuri : Utuh Aluh Upaya Menjaga Adat Istiadat Daerah

“ Alhamdulillah setiap hari ada saja pembelinya. Dan paling lama pukul 12 wita sudah habis pais sagu-nya,” ujarnya kepada media ini, Rabu (23/2).
Ia mengaku sudah menggeluti usaha ini selama 25 tahun sehingga mengerti betul bagaimana membuat kue tradisional ini digemari masyarakat.

L

Pos terkait