“Inilah yang menjadi kesempatan kita, sehingga saya meminta kepada anak muda untuk menjadi pengusaha, tapi juga harus ikut di politik, karena untuk melahirkan regulasi oleh legislatif yang bisa pro kepada anak muda dan entrepreneur, sehingga menyambut bonus demografi, regulasinya sudah dirasakan,” ucapnya.
Ia menyebut, HIPMI adalah organisasi kader yang merangkul anak muda dari tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. Melalui program Go to Campus, Go to School dan Go to Pesantren, HIPMI mendoktrin mereka untuk menjadi pengusaha.
“Kita mendoktrin mereka setelah lulus kuliah atau lulus SMA jangan berpikir menjadi pegawai negeri sipil (PNS), kalau semua anak muda berpikir seperti itu, lama-lama negara ini akan bangkrut. Makanya, kita doktrin mereka menjadi pengusaha,” tutup Ketua PDI Perjuangan Kalsel ini.
Editor : Martinus




















