Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Perangi Pinjaman Online

  • Whatsapp
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus ( Foto : NTMC Polri)

Wartaniaga.com, Jakarta- Polda Metro Jaya membentuk tim khusus untuk menangani kasus pinjaman online atau pinjol ilegal yang meresahkan masyarakat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pembentukan tim khusus itu atas instruksi Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.

“Pak Kapolda Metro Jaya memerintahkan untuk membentuk tim yang dipimpin Ditreskrimsus,” ujar Yusri, Kamis (14/10).

“Jadi kami akan menerima semua laporan dari masyarakat tentang kejahatan pinjaman fintecth P2P (peer-to-peer) atau yang biasa kita kenal dengan pinjaman online,” ucapnya.

Yusri menjelaskan, tim khusus tersebut akan terus melakukan penyelidikan dan menindak tegas tindakan pinjol ilegal. “Yang jelas kami akan perangi, kami akan tindak tegas para pelaku-pelaku semua ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, kepolisian juga akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pinjol ilegal.

BACA JUGA:  Digitalisasi Industri Sawit Sebagai Solusi New Normal

“Jangan sampai tergiur tawaran fintech ini, karena awalnya mereka menawarkan penawaran yang bagus tetapi sebenarnya menjerumuskan masyarakat,” ucap Yusri.

Sebelumnya, petugas Polda Metro Jaya menggerebek kantor pinjol ilegal yang berlokasi di Cipondoh, Tangerang, Banten, Kamis (14/10/2021) siang.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi menangkap 32 orang yang merupakan manajemen dan karyawan perusahaan.

Para karyawan perusahaan selanjutnya dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa dan dimintai keterangan untuk pengembangan penyelidikan.

Sehari sebelumnya, Unit Kriminal Khusus Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat melakukan penggerebekan sebuah ruko di Cengkareng Jakarta Barat, Rabu (13/19), yang diduga digunakan sebagai kantor sindikat pinjol ilegal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Polres Metro Jakarta Pusat, mendata sebanyak 56 orang karyawan bagian penawaran pinjaman dan penagihan, untuk dimintai keterangannya. Dari penggerebekan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni 52 unit perangkat komputer CPU dan 56 unit telepon seluler milik karyawan.

BACA JUGA:  Bappenas Koordinasikan Sistem Keamanan Informasi SPBE

Reporter : Martinus
Editor : Ahmad Yani

L

Pos terkait