Wartaniaga.com, Barabai- Belum adanya program pembenahan pertanian pasca banjir di kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) membuat kecewa sejumlah anggota Komis II DPRD setempat. Pasalnya, jika permasalahan ini tidak cepat diatasi akan mengancam ketahanan pangan di daerah ini.
“ Ada lahan seluas 200 Ha lebih penuh dengan lumpur yang sampai saat ini belum disentuh sama sekali sejak pasca banjir beberapa bulan lalu,” ujar salah seorang anggota Komisi II DPRD HST, Salpia Riduan kepada media ini, Jum’at (10/9) siang.
Padahal sambungnya, lahan tersebut masih berada tidak jauh dari kota Barabai sehingga mudah dijangkau dan dibersihkan.
“ Itu baru yang dekat, belum lagi dibeberapa kecamatan lainnya. Kalau tidak segera dibenahi, maka akan mengancam ketahanan pangan kabupaten ini,” sambung politisi Gerindra ini.
Menurut Salpia, Pemprov Kalsel melalui Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) sudah siap membantu untuk membersihkan lahan-lahan pertanian pasca banjir di kabupaten HST.
“ Komisi II sudah melakukan audensi ke Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih TPH Kalsel dan mereka menawarkan bantuan berupa alat berat dan operatornya untuk membersihkan itu,” jelasnya.
Namun, ujar Silpia hingga saat ini tidak ada respon dari pemkab HST atau dinas terkait. “ Ini sangat disayangkan dan saya sebagai wakil rakyat kecewa dengan kinerja eksekutif kita ini,” tambahnya.
Salpia berharap Bupati lebih fokus pada pekerjan yang terkait dengan kesejahteraan rakyat ketimbang bongkar pasang kepala dinas dan pejabat lainnya.
“ Ketika persoalan ini kami sampaikan kepada Kepala Dinas ternyata yang bersangkutan belum mengetahui karena baru. Ini salah satu akibat jika gonta-ganti, lamban alih teknologi dan program. hemat saya the right man in the right place,” paparnya.



















