Gelar Kajian Keislaman Virtual, KKB dan YN’S Bersama Guru Busu

Wartaniaga.com, Banjarmasin- DPP Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) dan Yayasan Yuni Abdi Nur Sulaiman (YN’S) Center kembali melaksanakan kegiatan pengajian rutin atau Kajian Keislaman Bulanan.

Kegiatan tersebut dikemas dengan virtual melalui akun sosial YN’S Center dan KKB Pusat di kediaman KH Qomaruddin (Guru Busu), Jalan Kelayan B Gang Gembira, Sabtu (7/8/2021), mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19 dan pemberlakuannya surat edaran PPKM Level IV di Kota Banjarmasin.

Ketua umum KKB Pusat, H Yuni Abdi Nur Sulaiman yang juga ketua YN’S Center turut mengikuti acara tersebut melalui virtual dan mulanya ia meminta doa untuk orangtuanya almarhum H abdussamad Sulaiman HB (H Leman) dan Almarhumah Hj Nurhayati.

Ia mengatakan, kegiatan keislaman tersebut
merupakan pengajian rutin bulanan yang diselenggarakan KKB pusat dan YN’S Center, Namun karena suasana PPKM dan Pandemi Covid-19 kegiatan dilakukan secara Virtual.

“Jadi hanya dilaksanakan melalui akun sosial media KKB dan YN’S Center,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan, dilaksanakannya kegiatan ini, bertujuan untuk menjalin silaturahmi keluarga bakumpai dan Anggota YN’S Center yang juga menjadi hal positif bagi anggota KKB khususnya kalangan milenial.

“Meskipun berada di situasi pandemi covid-19 dan PPKM Level IV saya mengucapkan terimakasih kepada guru busu yang bersedia untuk mengisi tausiah di kegiatan ini,” ucapnya melalui virtual.

Disamping itu, H Mohammad Mobarak, Ketua Departemen Dakwah dan Keagamaan KKB Pusat, juga mengatakan kegiatan pengajian rutin bulanan oleh KKB Pusat dan YN’S Center. Pihaknya berkomitmen akan tetap melaksanakan pengajian rutin bulanan tersebut disamping kegiatan-kegiatan yang lain.

“Sementara karena adanya edaran pemerintah tentang PPKM Level IV jadi kegiatan hanya dilakukan melalui Virtual,” tuturnya.

Lebih lanjut, kata H Mohammad Mobarak, pihaknya juga menggelar kegiatan lain seperti pembacaan Al Quran dan kajian tafsir Al Quran untuk para anggota.

“Setiap Kamis malam dan Senin Malam setelah Magrib hingga menjelang shalat isya,” ungkapnya.

Kendati demikian, ia berharap dari kegiatan tersebut dapat menjadi wadah terjalinya silaturahmi antar anggota dan menjadi bekal pembelajaran untuk masyarakat sehingga bisa memberikan manfaat serta dapat terus berkelanjutan.

Mengutip isi dari tausiah guru busu, ia mengajarkan agar kiranya umat Nabi Muhammad SAW bisa berpegang teguh pada kesatuan dan persatuan agama Allah SWT dan janganlah bercerai berai serta selalu menghormati orangtua.

“Dengan demikian, guru busu mengajarkan tentang bagaimana bersinergi membagun kerjasama, jagan tercerai berai (Jagan Bacakut Papadaan) kepada diri kita selaku umat Nabi dan Islam harus selalu menjaga kebersamaan berbangsa dan berkeluarga juga untuk selalu menghormati orangtua,” pungkas H Mohammad Mobarak meniru pesan tausiah guru busu.

Editor : Ahmad Yani

Pos terkait