Covid-19 Kalsel Nambah 906 Kasus, 23 Orang Meninggal

  • Whatsapp
L

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Berdasarkan data hari ini, Jum’at ( 6/8) warga yang terinfeksi virus corona di Kalsel bertambah 906 orang. Adanya penambahan tersebut, totalnya menjadi 52.395 kasus. Dengan 10.359 pasien di antaranya masih memenuhi rumah sakit.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTP2) Covid-19 Kalsel, pada hari ini untuk pasien yang sembuh ada penambahan sebanyak 363 pasien. Sehingga jumlah totalnya sejak pandemi awal Maret tahun lalu menjadi 40.522 orang.

Sementara itu, ada pula kabar tak mengenakkan, dilaporkan sebanyak 23 pasien meninggal dunia. Korban berasal dari Banjarmasin: 11, Tanah Bumbu dan Tanah Laut: masing-masing 3, Hulu Sungai Selatan (HSS): 2, Tabalong, Hulu Sungai Tengah (HST), Tapin dan Barito Kuala: masing-masing 1 orang. Sehingga totalnya sekarang menjadi 1.514 orang.

BACA JUGA:  FORMI Banjarmasin Majukan Muskot

Di bawah ini, sebaran ke-906 kasus baru yang dilaporkan di 13 kabupaten/kota: Banjarbaru: 178, Kabupaten Banjar: 134, Tanah Bumbu: 102, Barito Kuala: 97, Banjarmasin: 93, Tanah Laut: 67, Tapin dan HST: masing-masing 56, Kotabaru: 55, Balangan: 25, HSS: 19, Hulu Sungai Utara (HSU): 14, Tabalong: 10 orang.

Sedangkan sebaran ke-363 kasus sembuh yaitu, (Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan HSU nihil): Tanah Laut: 130, Tapin: 62, Barito Kuala: 33, Balangan 32, HST: 31, Kotabaru: 24, HSS: 23, Tanah Bumbu: 21, Tabalong: 7 orang.

Dengan data tersebut, persentase kesembuhan akibat Covid-19 di Kalsel mencapai 77,34 persen, dirawat 19,77 persen dan meninggal 2,89 persen.

BACA JUGA:  Syukuri Barito Putera Bertahan di Liga 1, Supporter Gelar Bukber Bersama Anak Yatim

Mengingat, terus bertambahnya warga terinfeksi virus corona, masyarakat diminta lebih disipilin dalam menerapkan protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi.

Wajar saja, virus berbahaya ini menyerang tanpa memandang status maupun usia. Bahkan ahli dibidang medis pun turut menjadi korban, hingga meninggal dunia.

Reporter : Ahmad Syarif
Editor : Edi Dharmawan

Pos terkait