Per Juli ini, Satgas Waspada Investasi Tutup 3.365 Pinjaman Online

  • Whatsapp
ilustrasi

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Terhitung sejak tahun 2018 s.d. Juli 2021 ini satgas waspada investasi (SWI) sudah menutup 3.365 Fintech Lending Ilegal atau pinjaman online (pinjol) yang banyak beredar di internet, aplikasi serta SMS.

Ketua SWI Tongam L Tobing menjelaskan kesepakatan para anggota SWI untuk semakin memperketat ruang lingkup pelaku kejahatan pinjaman online ilegal dengan menggunakan kewenangan di masing-masing kementerian dan lembaga.

“SWI mendorong penegakan hukum kepada para pelaku pinjaman online ilegal ini, karena pemblokiran situs dan aplikasi tidak menimbulkan efek jera dari pelaku kejahatan ini. Pinjol ilegal ini persoalan bersama yang harus kita berantas bersama-sama untuk melindungi rakyat,” kata Tongam dikutip dari IDX Channel di Jakarta, Rabu (14/7).

BACA JUGA:  Cetak Foto Analog Milik Kai Kodak yang Tidak Tergerus Zaman

Upaya it, tambhanya juga dibarengi dengan memperluas sosialisasi dan edukasi ke masyarakat mengenai bahaya pinjaman online ilegal melalui media massa dan sosial media serta komunikasi langsung kepada masyarakat.

Diungkapkan Tongam, di bulan Juli ini saja pihaknya kembali menemukan dan menutup 172 pinjaman online ilegal yang beredar secara ilegal dan berpotensi merugikan masyarakat karena bunga dan tenggat pinjaman yang tidak transparan, serta ancaman dan intimidasi dalam penagihan.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol. Helmy Santika, menegaskan bahwa kepolisian akan mengungkap kasus-kasus perkara pinjaman online ilegal yang berasal dari temuan SWI ataupun dari laporan masyarakat.

“Bareskrim akan terus menjawab keresahan masyarakat dengan cara mengungkap kasus-kasus perkara pinjol ilegal ini,” kata Helmy.

BACA JUGA:  Jelang Akhir Tahun, 5 Hal yang Perlu Dilakukan pada Keuangan Anda

Menurutnya, penyidik Dittipideksus secara intensif berkoordinasi dengan OJK, PPATK, perbankan, dan Dittipisiber Bareskrim untuk melakukan analisis dan penyelidikan tentang pinjol ilegal ini.

Helmy mengatakan, kasus pinjol ilegal yang diungkap Dittipideksus Bareskrim baru-baru ini diharapkan dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat, sekaligus menjadi pendorong kepada jajaran Kepolisian untuk lebih responsif menjawab keresahan masyarakat.

Sejak 2019, pihak kepolisian sudah menindak pelaku pinjol ilegal antara lain PT Vcard Technology Indonesia, PT Vega Data, Barracuda Fintech dan PT Southeast Century Asia (Rpcepat).

 

Editor : Edi Dharmawan

L

Pos terkait