Realisasi Pendapatan Daerah Pemkab HSU Hanya 96 Persen

  • Whatsapp

Dengan demikian dari hasil perhitungan akhir anggaran antara total Realisasi Pendapatan Daerah dengan total realisasi belanja daerah, diperoleh defisit anggaran sebesar Rp 15.239.997.998,66.

Sedangkan dalam pos pembiayaan daerah penerimaan pembiayaan daerah semula dianggarkan sebesar Rp 197. 335. 029. 559,36. Perhitungan akhir tahun anggaran sebesar Rp 197.335.129.559,36 bertambah sebesar Rp 100ribu sumber dari penerimaan kembali pemberian pinjaman daerah.

Pada sisi pengeluaran pembiayaan daerah di anggaran sebesar Rp 0  dan tetap sampai perhitungan akhir tahun anggaran.  “Dari selisih penerimaan pembiayaan daerah dengan pengeluaran pembiayaan daerah diperoleh netto dalam pembiayaan sebesar Rp 197.335.129. 59,36,” jelasnya

Lebih lanjut, Bupati Wahid juga menyampaikan terkait neraca per 31 Desember 2020 yang disebutkan bahwa aset berjumlah Rp. 2. 696. 550. 273. 873,13. Dan Kewajiban berjumlah Rp 37.528.202.767,35. Sedangkan ekuitas dana berjumlah Rp 2.659.022.071.105,78

BACA JUGA:  Pemkab HSU dan Restorasi Gambut Gelar Bio Expo Potensi Lahan Gambut

Adapun dalam laporan arus kas untuk tahun yang berakhir sampai dengan 31 Desember 2020 secara singkat dapat digambarkan yaitu kas per 1 Januari 2020 berjumlah Rp 197.335.029.559,36. Arus kas bersih dari aktivitas operasi berjumlah Rp 251.046.992.793,34

Sendang arus bersih dari aktivitas investasi aset dan keuangan defisit sebesar Rp 266. 286.990.792,00. “Pada Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan atau pembiayaan defisit sebesar Rp100. ribu. Arus kas bersih dari aktivitas transitoris atau non anggaran berjumlah Rp 0, Saldo kas lainnya – Dana BOS berjumlah Rp552. 230.394,00. Saldo kas akhir per 31 desember 2020 berjumlah Rp 182.095.131.560, 70.” Tutupnya.

 

Reporter : Darma Setiawan

Editor : Aditya

Pos terkait