Realisasi Pendapatan Daerah Pemkab HSU Hanya 96 Persen

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Amuntai – Reasliasi pendapatan daerah pemerintah kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) untuk tahun anggaran 2020 hanya diangka 96,99 persen. Demikian diungkapkan Bupati HSU, H Abdul Wahid HK dalam rapat paripurna DPRD HSU dalam agenda penyampaian penjelasan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 dan rancangan peraturan Bupati tentang penjabaran pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020, Senin (7/6) di Amuntai.

“Dalam ringkasan laporan realisasi anggaran tahun 2020 yang kami sampaikan untuk pos pendapatan daerah semula ditargetkan sebesar Rp 1.269.865.899.942,00. Setelah dihitung akhir tahun anggaran terealisasikan sebesar Rp 1.231.664.954.683.34 atau lebih kurang sekitar 96,99 persen saja,” Jelas Wahid

BACA JUGA:  Habib Ali : Kalsel Perlu Pemimpin yang Agamis dan Berorientasi Kesejahteraan pada Rakyat

Bupati membeberkan alasan penurunan tidak tercapainya pendapatan daerah Tahun Anggaran 2020 ini, disebabkan beberapa faktor seperti dikuranginya dana transfer dari pemerintah pusat yakni yang bersumber dari dana alokasi umum sekitar  0,7 persen dan dana alokasi khusus dikurangi sekitar 3,12 persen dari target yang semula diestimasikan.

Selain itu, berkurangnya dana bagi hasil pajak dari pemerintah provinsi yakni dikurangi sekitar 14, 69 persen dari target yang semula diestimasikan.

Ditambah lagi, kata Bupati  tidak tercapainya target Pendapatan asli daerah (PAD) yakni yang bersumber dari retribusi daerah dari realisasi sekitar 73, 43 persen hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan terealisasi sekitar 61, 12persen dan lain-lain PAD yang sah teralisasi hanya sekitar 86,11.

BACA JUGA:  Letkol Inf Aldin Hadi Resmi Jabat Dandim 1001/ HSU-Balangan

Sementara itu,  untuk pos belanja daerah dalam perubahan APBD tahun 2020 yang lalu dianggarkan sebesar Rp 1.467.200.929.501,36. Namun, setelah dihitung perhitungan akhir tahun anggaran realisasi sebesar Rp 1.246.904.952.682,00 atau terealisasikan hanya sekitar 84,99 persen dari total anggaran.

“Tidak terealisasinya anggaran belanja ini antara lain terjadi pada belanja operasi yang terealisasi hanya sekitar 83,89 persen, belanja  sterilisasi hanya sekitar 93,41 persen  dan belanja tidak terduga terealisasi hanya sekitar 23 49persen,” paparnya.

L

Pos terkait