Keterbatasan Fisik tak Menjadi Penghalang Alfian Berwirausaha

Pada awal 2018 yang lalu dia diajak oleh sesorang untuk mengikuti pelatihan keterampilan melalui Dinas Sosial kota Banjarbaru.  Begitu memenuhi persyaratan Alfian pun diberangkatkan ke Solo untuk mengikuti pelatihan keterampilan tersebut.

Ada beberapa pilihan ada komputer, tekhnik elektro, menjahit, tataboga, tatabusana, automotif .  Sebenarnya niat alfian ingin ikut keterampilan komputer tetapi karena belum pandai membaca dan tidak pernah sekolah, ia diberi pelajaran tambahan yaitu membaca dan menulis serta berhitung.  Selama 1 bulan akhirnya diapun sudah pandai membaca dan menulis sedang berhitung sudah ia kuasai sebelumnya.

Karena tidak mempunyai ijazah sekolah Alfian pun hanya boleh memilih dua pelatihan yaitu menjahit (tata busana) dan tataboga.  Pilihannya yaitu menjahit (tata busana).  Selama satu bulan dilalui dengan sangat berat serta pengajarnya yang sangat keras Alfian stress dan jatuh sakit.

Alfian divonis terkena penyakit TBC yang oleh para pengajar harus dipulangkan kembali ke daerah asalnya yaitu Banjarbaru.  Padahal menurutnya sudah diobati kemungkinan karena stress menghadapi pelatihan menjahit yang hanya menggunakan tangan ditambah pengajarnya yang terlalu keras mengakibatkan penyakitnya kambuh.

Sepulang dari Solo dan Alfian memeriksakan diri ke dokter ternyata penyakit TBC nya sudah sembuh dan pada tahun berikutnya dari Dinas Sosial kota banjarbaru kembali mengirimnya untuk mengikuti pelatihan.

Pilihan yang ada hanya menjahit (tatabusana) dan tataboga, melihat pengalaman yang sudah serta saran dari pembimbing jurusan diapun memutuskan untuk memilih pelatihan tataboga yakni membuat kue-kue kering maupun basah.

Setelah pelatihan selesai, Alfian pulang dan mengumpulkan modal untuk membuka usaha pembuatan kue yang dijanjikan oleh salah seorang temannya di daerah Solo.  Beberapa barang miliknya dijual untuk modal pergi ke Jawa, saat itu selain sepeda motor bahkan kursi roda miliknyapun dijual untuk bekal usahanya.

“Waktu itu terkumpul uang sebanyak 3 juta rupiah yang saya pergunakan untuk modal bersama salah seorang kenalan di Solo tersebut, tetapi ternyata saya ditipu olehnya,”ujar Alfian.

Karena uang sisa sedikit cukup untuk bertahan hidup beberapa minggu dia diajak bekerja ke Jakarta oleh kenalannya tetapi di bidang percetakan berbeda dengan keakhlian yang dimilikinya.

Ketika corona melanda Indonesia di awal tahun 2019 dia memutuskan untuk pulang kampung dan memulai usahanya yaitu berjualan kue kering pada saat hari raya Idul fitri tahun 2019 itu.

Pos terkait