Sebuah Catatan: RSUD Badaruddin Kasim Tanjung Kini

  • Whatsapp

Wartaniaga.com-Dunia ini berubah. Perubahan dunia karena kehidupan di dalamnya berubah. Perubahan terus terjadi seiring ikhtiar manusia memenuhi kepuasan dan kebaikannya. Hanya satu yang tidak berubah, perubahan itu sendiri.

Semua entitas berubah. Terutama entitas pelayanan publik di dalam bidang kesehatan di Tanjung, Tabalong. Tak bisa dikatakan sama yang dulu dengan yang sekarang, karena memang berubah.

Erlina Effendi Ilas

RSUD Badaruddin Kasim Tanjung misalnya. Secara fisik jelas mengalami metamorfosa yang luar biasa. Gedung megah, fasilitas bertambah, pelayanan lebih simple, sistematik ditambah reservasi online. Perubahan itu nyata. Ia berpacu dengan kebutuhan stakholdernya di dalam mendapatkan pelayanan terbaik. Itu sebab perubahan kadang tampak tidak signifikan karena kebutuhan pelanggan juga sedang berubah.

BACA JUGA:  Ketahanan Pendapatan Petani Sebagai Wujud Kemerdekaan Tanah dan Air Indonesia

Sistem standar pelayanan yang ada di RSUD Badaruddin jelas merupakan jaminan tentang kepastian pelayanan yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas dan fungsinya.

Tak bisa dielakkan mereka memiliki prosedur pelayanan, waktu penyelesaian, produk layanan, sarana dan prasarana serta kompetensi petugasnya. Hal ini tak bisa dibantah. Hanya, karena tuntutan pelayanan yang meminta perubahan semakin baik, bukan perubahan sedang tidak terjadi.

Kualitas pelayanan yang semakin membaik di RSUD Badaruddin tentu tidak terlepas dari peran pemerintah melalui dinas terkait, seperti Dinas Kesehatan misalnya, untuk memberikan public service kepada khalayak.

Ketidakpuasan setiap pelayanan  bisa saja muncul. Tapi lebih disebabkan paradigma yang berbeda.

Seperti yang dikatakan Garvin (2011), bahwa kualitas pelayanan tergantung pada orang memandangnya. Perspektif dan subjektif menyatakan bahwa pelanggan  yang berbeda  memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda pula.

L

Pos terkait