PLN Main Cabut Paksa KWh Tanpa Kompromi

  • Whatsapp

Wartaniaga com. Banjarmasin- Kebijakan Perusahaan Listrik Nasional yang mencabut meter PLN pasca bayar tanpa kompromi ternyata tidak menguntungkan bagi pelanggan PLN. Meski dalam surat pemberitahuan apabila setelah tanggal 20 setiap bulannya tidak ada pelunasan, maka PLN akan melakukan pemutusan sementara Kwh meter.

Fauzie salah seorang pelanggan PLN di kawasan Banua Anyar, Banjarmasin Timur merasa dirugikan atas kebijakan tersebut.

Beberapa hari lalu, dirinya terkejut melihat Kwh Meter dirumahnya dicabut padahal setiap bulan tepat waktu sebelum tanggal 20 bayar tagihan listrik dirumahnya.

Ia mengatakan setiap bulan selalu bayar tepat waktu dan tidak pernah terlambat bayar.

“Kami setiap bulan selalu bayar tepat waktu, melalui salah satu bank yang berada didekat rumah kami.
Tetapi sewaktu kami mau bayar tidak tercetak pembayaran untuk tagihan listrik PLN rumah tersebut. Kami pun mengira bahwa masih disubsidi oleh pemerintah,”paparnya.

BACA JUGA:  Pj Gubernur Safrizal Ingatkan Disiplin Prokes di PSU Gubernur Kalsel

Padahal menurutnya denda yang dibayarkan akibat pemutusan jaringan listrik dirumahnya tersebut hanya 9.000 rupiah, seandainya ratusan juta atau jutaan rupiah mungkin sangat berpengaruh terhadap pendapatan perusahaan milik negara tersebut.

Kemudian setelah mendatangi kebagian pengaduan, dia tidak diberitahukan dengan jelas kenapa kwh meternya dicabut. Akan tetapi dengan membayar denda ia akan disambungkan lagi dengan diganti dengan sistem pulsa.

Kekecewaan yang cukup dalam terlihat dari Fauzie sehubungan rumah tersebut didiami oleh keponakannya, sehingga selama 3 hari listrik di rumah tersebut padam.

Parahnya lagi, menurut Fauzie terlihat dari hasil pencabutan kwh tersebut berantakan kaca penutup berhamburan di tanah seperti dicabut dengan paksa.

Bukan hanya Fauzie, pengalaman tidak mengenakkan ini juga dialami Zulkifli tetangga dari rumah yang didiami keponakannya tersebut.

Dia pernah telat 2 hari kemudian petugas dari PLN dengan memakai mobil dinas langsung kerumahnya memberi peringatan bila dalam sehari dua tidak dibayar maka KWhnyapun akan dicabut.

BACA JUGA:  Beraudensi ke ULM, Rektor : Kami Dukung FKPT Kalsel Jaga NKRI

“Sekarang setiap tanggal 12 kami selalu mendapat surat peringatan dari PLN untuk pembayaran tagihan listrik,”ungkapnya.

Sementara itu, ketika media ini mencoba mengkonfirmasi ke Gardu PLN Jalan Achmad Yani Km 4,5 hanya diterima dadiwakili oleh Mahros, staff pelayanan di kantor tersebut.

Mahros berdalih bahwa kebijakan perusahaan itu sudah berjalan sejak lama.

” Apabila pelanggan tidak membayar melewati tanggal 20 setiap bulannya, maka kwh meter akan diputus sementara,” ujarnya.

Kemudian, katanya setelah pelanggan membayar denda maka jaringan listrik akan dipasang kembali tetapi dengan menggunakan pulsa.

Adanya kebijakan tersebut sangat merugikan bagi pelanggan, masalahnya pembayaran melalui bank tidak terbit tagihan, seolah-olah pihak PLN sengaja untuk tidak menerbitkan tagihan tersebut melalui bank. Sehingga habis masa tanggal 20 pihak PLN langsung memutus jaringan pada pelanggan tersebut.

BACA JUGA:  Cegah Covid-19, Pemkab HSU Lakukan Penyemprotal Massal

“Sistem kita itu sudah muncul tagihan setiap tanggal 2 dan apabila pelanggan tidak membayar tagihan sampai melewati tanggal 20 maka petugas kami mengambil tindakan untuk memutus jaringan sementara,” tambah Maros.

Dia juga mengatakan sistem di tempatnya sudah keluar siapa saja yang belum memenuhi kewajiban pembayaran melewati tanggal 20 maka petugas langsung memutus jaringan .

Anehnya, kwh yang pasca bayar mereka putus dan akan segera diganti apabila sesudah ada pelunasan meskipun tagihannya hanya 9.000 rupiah saja. Hal inilah mengundang pertanyaan di dalam benak Fauzie.

“Jangan-jangan tagihan tersebut tidak disampaikan ke bank yang setiap kali kami bayar, sehingga terjadi penunggakkan tanpa sepengetahuan kami. Buktinya setiap kami membayar ke bank tersebut tidak terbit tagihannya.” keluh Fauzie.

Reporter : Edy Dharmawan
Editor : Ahmad Yani

Pos terkait