Menurutnya, sejarah itu tarafnya bisa dikatakan bernilai internasional. “Peristiwa di Munggu Raya adalah peristiwa bersejarah, peristiwa yang menurut kami bertaraf internasional,” ujar Syamsuri.
Sedangkan pengingat lokasi peristiwa sejarah besar itu, telah berdiri lama sebuah tugu yang dinamai sesuai nama lokasinya, yakni Tugu Munggu Raya. Tugu kecil itu ukurannya tidak lebih 1 meter persegi.
Bentuknyapun sederhana, minimalis, dan terdapat tulisan yang sudah mulai kabur hampir tak bisa dibaca, tentang peristiwa tanggal 2 Desember 1949 itu. Lokasinya berdampingan dengan berdiri tegaknya menara pemancar siaran TVRI, serta sebuah rumah yang ditinggali warga.
DHC 45 HSS merasa prihatin terhadap kondisi tugu saat ini, sehingga perlu adanya renovasi, sekaligus mengangkat sejarah di balik tugu tersebut.
Tepat pada peringatan Upacara Peringatan ke 72 Hut Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV pertahanan Kalimantan 17 Mei 2021, di tandai dengan pembukaan Tirai oleh Bupati HSS, Achmad Fikry yang merupakan tanda dimulai pembangunan Renovasi Tugu Munggu Raya di Desa Sungai Raya Selatan , Kecamatan Sungai Raya.
Nantinya setelah tugu Munggu Raya selesai tahap Renovasinya dapat menjadi wisata sejarah di HSS yang dapat mengangkat peristiwa sejarah itu sehingga dapat mengingatkan masyarakat luas akan proses perjuangan di tanah Kalimantan. “Kita hanya ingin mengangkat kesejarahan, ini penting untuk generasi muda kita juga. Jangan sampai hilang,” pungkasnya.
Reporter : Amutz
Editor : Aditya



















