Budidaya Tanaman Selada dengan Sistem Hidroponik Bernilai Ekonomis Tinggi

  • Whatsapp

Wartaniaga.com,Banjarbaru- Hidroponik adalah cara berkebun atau menanam tanaman tanpa tanah. Hidroponik adalah kata Latin yang berarti “air yang bekerja”.

Saat ini tak sedikit orang yang sukses menggunakan sistem tanam dengan Hidroponik. Dimana media tanam tanpa memanfaatkan tanah tetapi berupa paralon atau wadah yang bisa mengalirkan air sebagai nutrisi dari makanan tanaman tersebut.

Memiliki lahan yang tidak terlalu luas bahkan bisa memanfaatkan samping rumah atau di atap rumah tanaman bisa tumbuh dengan subur. Kebanyakan para pengusaha-pengusaha tanaman hidroponik memiliki keterbatasan lahan dan juga sekedar hobi dalam menanam berbagai sayuran atau tanaman tanpa menggunakan media tanah sebagai tempat menanam.

Adalah Darmawan Jaya Setiawan mantan orang nomor satu di kota Banjarbaru ini tertarik dengan budidaya tanaman dengan menggunakan sistem hidroponik. Dengan memanfaatkan halaman disamping rumah dicobalah budidaya tanaman berupa sayuran selada untuk percobaan perdananya menggunakan sistem ini.

BACA JUGA:  Melalui Pink Movement, Pertamina Dorong UMKM Naik Kelas

Ketertarikan budidaya dengan sistem hidroponik ini melihat dari beberapa kawan yang berhasil mengembangkan sistem hidroponik dengan hasil yang sangat memuaskan.

Selain tidak memakan lahan yang luas, tidak kotor oleh tanah hasilnyapun lebih bagus dan harga jualnya lebih tinggi daripada menggunakan media tanah.

“Sebelum ditempatkan pada media tanam, bibit yang mau kita tanam disemai dulu melalui rockwool merupakan sekumpulan serat yang dikumpulkan hingga membentuk busa selama ± 10 hari atau setelah terlihat ada 4 tangkai daun, didalam ruangan tanpa terkena sinar matahari,” terang Jaya.

Dia juga menambahkan bibit yang sudah disemai selama 10 hari atau sudah berdaun 4 baru dipindahkan ke tempat pembesaran yaitu berupa pipa paralon atau sejenisnya yang diberi lubang dibawahnya di aliri air.

BACA JUGA:  Ikan Abon Acil Irus Tembus Pasar Jakarta

Air tersebut berfungsi sebagai nutrisi sekaligus penghantar oksigen bagi akar tanaman, sehingga tanaman lebih bersih dan tahan hama.

Masa panen tanaman selada ini sekitar 4 minggu atau bila ditimbang 1 batang tanaman ini seberat 1 ons, sehingga 10 batang tanaman ini beratnya sekitar 1kg.

“Masa panen pertama bulan lalu hanya dibagi-bagikan kepada kerabat dan tetangga karena senangnya mendapatkan hasil yang sangat memuaskan,”ungkap Jaya.

Kemudian pada bulan berikutnya tidak begitu bagus hasilnya, dikarenakan bibit yang kurang baik. Dan pada panen ketiga baru ada yang memborong tanaman seladanya dengan hasil yang cukup bagus.

Keunggulan dari tanaman dengan sistem hidroponik ini adalah tidak banyak memerlukan air, lahan yang kecil meskipun hanya diatas rumah atau atap, tahan hama serta harga jual tanaman sistem hidroponik ini cukup tinggi.

BACA JUGA:  Memasuki Usia 45 Tahun, IWAPI Tingkatkan Daya Saing di Tingkat Global

“Kami akan juga mengadakan pelatihan-pelatihan termasuk pelatihan budidaya tanaman dengan sistem hidroponik seperti yang kami lakukan dikawasan hunian Kota Santri Banjarbaru ini sebagai contoh untuk masyarakat dalam mengembangkan usaha baru untuk kemandirian dan ketahanan pangan ditengah pandemi yang belum berakhir,”pungkasnya.

Reporter : Edi Dharmawan
Editor : Ahmad Yani

Pos terkait