Kemacetan di Jembatan Alalak 2 Tidak Dapat Dihindari, Aparat Terkesan Tutup Mata

“Hal ini biasa terjadi di kawasan ini, macet setiap pukul 5 sore hingga malam, bahkan tiga jalan macet bersamaan, kalau dari Handil Bakti macetnya searah ke Banjarmasin, sementara di Banjarmasin arahnya keluar dan masuk kota,” kata Amat, yang biasa menjadi joki jalan (Pal Ogah) dikawasan terminal Handil Bakti.

Masyarakat pengatur jalan atau yang biasa disebut Pak Ogah malah lebih berperan untuk mencoba melerai kemacetan, karena tak satu atau dua kali ambulan dari Batola melintasi kawasan tersebut.

Ditanya apakah ada jalan alternatif lain yang biasa dilalui baik menuju Banjarmasin, ia hanya bisa mengatakan bahwa jalan itu akses satu-satunya penguhubung Kalteng Batola dengan Banjarmasin.

“Ada jalan Gubernur Syarkawi, tapi jauh dan juga rusak berat, itu pun tak langsung memasuki Banjarmasin,” katanya.

Sementara yang paling disayangkan petugas terkesan enggan bertugas di sana, dan lebih memilih ngepost di tempat lain.

“Kalau rajia, baru banyak petugasnya. Tapi, kalau tak ada atau cuma macet seperti ini, sangat jarang ada petugas, kalau ada pun hanya 1 hingga 2 orang, itu pun tak lama,” jelasnya.

 

Penulis : Ahmad Yani

Pos terkait