Berusia 9 Tahun, Mercure Hotel : Berinovasi di Tengah Pandemi

Praktisi media, Musyafi, mengatakan hotel adalah wajah kota dan wisata. Karenanya apa yang dilakukan Mercure patut diapresiasi sebagai upaya mendukung kelangsungan sebuah pariwisata suatu daerah khususnya Banjarmasin.

Kemasan itu terlihat bagaimana Mercure mampu mengelola potensi-potensi wisata yang menjadi kearifan lokal diperkenalkan kepada wisatawan maupun tamu-tamu hotel.

“ Selain bandara, terminal, hotel merupakan wajah kota.Karena merupakan refleksi sumber daya wisata dalam sebuah kearifan lokal sebuah kawasan atau daerah seperti halnya Banjarmasin. Kesan inilah yang ditangkap para tamu dan wisatawan yang datang ke Mercure .Kami mengapresiasi sekali bagaimana Mercure mempromosikan wisata Banjarmasin melalui inovasi mereka,” kata Musyafi.

Senada dengan Musyafi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Banjarmasin, Ikhsan Al-Haq, kepada wartawan mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Mercure Banjarmasin, termasuk bagaimana menggerakkan kembali industri perhotelan setelah sempat babak belur selama pandemi covid-19.

Karenanya ketika upaya mengangkat kearifan lokal dalam program-program promosi, menurut Ikhsan Al-Haq tentu selaras dengan program pariwisata Banjarmasin.

“ Harapan kami dari pemerintah kota Banjarmasin, local culture yang berbasis budaya Banjar lebih diangkat lagi dalam setiap aktivitas hotel ini baik di dalam aspek kulinernya, maupun interior, souvenir, serta kamar tidur yang bernuansa Banjar.Karena tren sekarang itu tradisional culture,” ujar Ikhsan Al-Haq.

Editor : Nirma Hafizah

Pos terkait