Berusia 9 Tahun, Mercure Hotel : Berinovasi di Tengah Pandemi

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Pandemi mampu membuat pelaku usaha dan industri usaha lainya berinovasi untuk bisa bertahan dan mendongkrak kelesuan. Strategi inilah yang terus dikembangkan sejumlah perhotelan di Banjarmasin dan Kalimantan Selatan.

Salah satunya adalah Mercure Hotel Banjarmasin. Hotel berbintang berkelas yang merupakan bagian dari AccorHotels terus mengembangkan diri dengan sejumlah inovasi. Mulai dari menggelar festival kuliner “ Kampoeng Nusantara “ hingga mengawinkan hotel dengan wisata lokal.

Inovasi ini pun dilakukan bertepatan Anniversary ke 9 tahun, hotel yang berlokasi di kawasan Duta Mal Banjarmasin.

Program itu bertujuan memperluas pemasaran wisata Banjarmasin dan Kalsel , meningkatkan sumber daya manusia dan mengangkat potensi lokal yang dimiliki mulai kuliner hingga kampung wisata, serta peningkatan standar melalui transformasi kapasitas pengelolaan kepariwisataan dari perhotelan.

BACA JUGA:  Latih Kemandirian SDIT Anak Sholeh Mandiri Outbond di Biuti Park

” Ini merupakan bagian tak terpisahkan dari industri perhotelan dan wisata. Dalam usia ke-9 tahun ini kami selalu mengaitkan hal-hal bergenre pariwisata. Komitmen kami adalah bagaimana menyandingkan hotel dan wisata, mampu mendorong peningkatan kunjungan wisata di Banjarmasin dan Kalsel secara luas,” ungkap General Manager Mercure Hotel Banjarmasin, Sugiharto, kepada wartawan di sela-sela Anniversary ke 9 tahun Mercure Hotel, Kamis (24/12).

Mercure sendiri menurut pria yang dikenal dekat dengan media ini, sudah melalui perjalanan panjang penuh suka dan duka. Terlebih sempat berada dalam himpitan pandemi yang membuat tingkat hunian menurun.

Namun pandemi justru mendorong manajemen dan karyawan untuk terus berupaya untuk berinovasi memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Banjarmasin khususnya dan Kalsel pada umumnya.

BACA JUGA:  5 Wisata Berbasis Sungai di Kota One Thousand River

” Pointnya adalah memaksimalkan sumber daya alam setempat termasuk di dalamnya adalah bagaimana budaya setempat yakni kearifan lokal itu menjadi jati diri dan Primadona di Banjarmasin,” ucap Sugiharto.

Pos terkait