Bukan Janji, Program ‘Baiman’ Ibnu-Arifin Sudah Terbukti Untuk Kesejahteraan ASN

  • Whatsapp

Wartaniaga.com,Banjarmasin- Sang petahana, Ibnu Sina telah membuktikan program Baiman mampu meningkatkan reformasi birokrasi khususnya tentang kepastian jenjang karir ASN dan kesejahteraan ASN dilingkungan pemerintah Kota Banjarmasin.

Sejak Ibnu Sina dilantik menjadi Wali Kota Banjarmasin tahun 2016 lalu, disanalah program Baiman mulai berjalan dan untuk pertama kalinya pada tahun 2017 Kota Banjarmasin merupakan kota pertama yang melakukan lelang jabatan. “Yang melelang Sekda pertama kali di Kalsel adalah Kota Banjarmasin,” ujar Ibnu.

Sejalan dengan itu, Komisi ASN memberikan apresiasi dan menyetujui untuk dilaksanakan lelang jabatan atau seleksi terbuka untuk jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama Eselon II a, yaitu Setdako Banjarmasin.

Selain menjadi kota pertama yang melelang jabatan, pertama kalinya juga di zaman Ibnu Sina ASN pemko bisa menjabat menjadi sekretaris daerah (Sekda). Ibnu Sina mampu mematahkan anggapan saat itu bahwa pegawai ASN pemko tidak ada yang layak menjadi sekda. “Kita membuktikan asumsi tersebut tidaklah benar. Orang-orang pemko pun layak menjadi sekda di pemkot Banjarmasin sendiri,”terang dia.

BACA JUGA:  Bank Kalsel Bersama OJK Kunjungi Pemkab HSS

Reformasi birokrasi kedua terkait dengan kesejahteraan ASN yang sangat diperhatikan di masa kepemimpinan Ibnu, dimana untuk pertama kalinya pemko Banjarmasin menerapkan tunjangan kinerja atau Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP).

“Sebelum kab/kota dan pemprov menerapkan, Kota Banjarmasin sudah menerapkan terlebih dahulu sejak 2019 lalu. Tunjangan berbasis kinerja ini bertujuan untuk menyamaratakan dan memberi keadilan sehingga tidak ada dinas basah atau kering termasuk diujung-ujung pelayanan publik kita,” urai dia.

Pos terkait