Bersama Memajukan UMKM di Jabar, Fintech Lumbung Dana Teken Kerjasama dengan  PT Jasa Sarana

Rico Rustombi Wakil Ketua Kadin Bidang Logistik & Rantai Pasok

Ia berkeyakinan industry fintech di Indonesia akan terus  berkontribusi positif dalam pembangunan ekonomi Indonesia dan berharap di masa yang akan datang semakin besar ruang dan kesempatan yang di berikan kepada penyelenggara platform P2P dalam memberikan akses permodalan untuk UMKM di Indonesia.

Founder dan Komisaris Utama Lumbung Dana Indonesia, Rico Rustombi pada  kesempatan Jabar Investment Summit 2020 juga menyampaikan perkembangan penyaluran pendanaan untuk kebutuhan modal usaha UMKM dan retail dari Fintech P2P terus meningkat.

“Sampai saat ini sudah hampir Rp 129 triliun dana pinjaman telah tersalurkan melalui Fintech.  Pencapaian ini tentu adalah sebuah proses dan elaborasi serta inovasi yang efektif  dan berjalan dengan  baik antara seluruh stakeholder yaitu masyarakat,” terangnya.

Meski demikian, Rico juga mengutarakan Indeks Inklusi keuangan di  Indonesia baru mencapai 76%, masih lebih rendah rendah dibanding negara Asia lainnya seperti Thailand 82 %, Singapore 98%, Malaysia 85%. “ Kita harus mengejar ketertinggalan indeks inklusi keuangan kita agar bisa lebih baik dari negara tetangga dalam waktu yang tidak lama lagi,” kata pria yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Logistik dan Rantai Pasok.

Sebelumnya, Fintech Lumbung Dana  juga telah melakukan  kerjasama  dalam lingkungan BUMD Jawa Barat, yaitu dengan PT Agro  Jabar untuk akses pembiayaan kepada para petani yang di bawah binaan PT Agro Jabar dan beranggotakan  kurang lebih 600.000 petani.

Dalam perjalanan sebagai penyelenggara P2P Lending, Fintech Lumbung Dana juga merambah  pelayanan pemberian pinjaman kepada UMKM sektor energy,  logistik  dan juga Koperasi  Insan Perairan  Indoensia (KIPI).

“Kerjasama dengan KIPI dilakukan untuk memberikan akses biaya pendidikan dalam rangka upgrading skill kepada anggota koperasi yang berprofesi sebagai awak pelayaran untuk mengikuti Pendidikan peningkatan grade atau status sertifikat profesi dari ANT 2 menjadi ANT 1,” jelas Rico.

Di masa yang akan datang Fintech Lumbung Dana juga berencana  untuk mengembangkan pasar pelayanan penyaluran pinjaman permodalan untuk UMKM di luar pulau jawa khususnya wilayah timur Indonesia.

Editor : Didin Ariyadi

Pos terkait