Pertamina IT Banjarmasin Ikut Lestarikan Bekantan

Pada tahun 2017, dilanjutkan dengan pengembangkan Pusat Rehabilitasi sementara-Bekantan Rescue Center, stasiun riset dan rumah edukasi sebagai pusat penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dalam konservasi Bekatan serta ekosistem lahan basah di Pulau Curiak.

Pada tahun ini juga Pertamina IT Banjarmasin terus mendukung bantuan pakan, perbaikan sarana dan prasarana serta bantuan untuk operasional kegiatan konservasi dengan total bantuan sebesar Rp. 287.000.000,- (dua ratus delapan puluh tujuh juta rupiah). Kegiatan ini terus belanjut hingga tahun 2018, dengan fokus pada perbaikan dan pengembangan kegiatan pada tahun sebelumnya melalui pakan bekantan, kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, mahasiswa, dan kelompok nelayan, pengembangan rumah mangrove, bantuan perahu motor dan penyediaan bibit rambai untuk memperluas habitat dan pakan alami bekantan Rp. 282.000.000,- (dua ratus delapan puluh dua juta rupiah).

Kemudian, tahun 2019, pengembangan program sudah lebih luas dan dampak yang ditimbulkan lebih terasa kepada masyarakat dan pemerintah khususnya. Kerjasama dengan kelompok nelayan, BKSDA, dan Dinas Kehutanan dilakukan dalam upaya pengembangan konservasi bekatan ini.

Kegiatan yang dilakukan mendukung upaya restorasi mangrove Rambai, pengembangan ekowisata, peneliatan dan studi akademis, perbaikan titian jalan dan stasiun riset serta pembuatan kumpulan hasil riset yang dipublikasikan dalam bentuk buku dan jurnal ilmiah baik tingkat nasional maupun internasional dengan bantuan yang diberikan sebesar Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah).

Sedangkan pada tahun 2020, PT Pertamina IT Banjarmasin dan SBI fokus pada pengembangan keterlibatan berbagai stakeholder dan penguatan dukungan konservasi bekantan dengan melakukan upaya kerjasama dengan BKSDA dan Dinas Kehutanan Kalsel, Sosialisasi dan Edukasi bersama kelompok nelayanan dan mahasiswa, upaya evakuasi dengan sistem komunikasi melalui pemanfaatan media sosial, monitoring peningkatan hasil tangkapan ikan bagi kelompok nelayan, dukungan menara pengawas dan perbaikan sarpras di Pulau Curiak serta dukungan bagi operasional konservasi bekantan. Studi dan penelitian juga terus dikembangkan dengan pembuatan buku, jurnal, obervasi habitat alami serta perintisan program pengolahan hasil tangkapan ikan dan produk turunan mangrove bagi masyarakat sekitar. Tahun 2020 ini, bantuan yang diberikan senilai Rp.549.000.000,- (lima ratus empat puluh sembilan juta rupiah).

Pos terkait