Pertamina IT Banjarmasin Ikut Lestarikan Bekantan

  • Whatsapp

Wartaniaga.com,Banjarmasin- Membantu program pemerintah untuk melindungi dan melestarikan Bekantan di Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan (Kalsel). PT. Pertamina Integrated Terminal  (IT) Banjarmasin  bermitra dengan Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia, Universitas Lambung Mangkurat dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia -Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel membuat program sejak tahun 2015 yang fokus terhadap perlindungan dan pelestarian bekantan dan Restorasi Mangrove Rambai.

Membawa misi “Save Our Mascot”, dan juga upaya perlindungan terhadap satwa liar lainnya yang dilindungi serta habitatnya. Program kerja utamanya perlindungan dan pengembangan ekosistem lahan basah untuk konservasi Bekantan (Nasalis larvatus) yang merupakan primata endemik Kalimantan dan ikon kebanggaan Provinsi Kalsel yang saat ini keberadaannya terancam punah oleh kerusakan hutan terutama ekosistem hutan lahan basah sebagai habitat alaminya.

BACA JUGA:  Pemkab Batola Kembangkan Rute Wisata Susur Sungai

Kegiatan ini telah berjalan  sejak tahun 2015 hingga tahun 2020 ini yang merupakan  Program CSR dalam Konservasi dan Perlindungan Keanekaragaman Hayati melalui Konservasi Bekantan, Restorasi Mangrove Rambai, dan Ekosistem Lahan Basah yang dilakukan di Pusat Rehabilitasi Sementara-Bekantan Rescue Center Banjarmasin dan di Pulau Curiak Kab. Barito Kuala.

Setidaknya, kegiatan ini telah membantu konservasi ± 40 jenis pohon langka dan ± 16 hewan yang dilindungi seperti bekantan, elang bondol, elang putih, monyet ekor panjang, lutung dan sebagainya.

Di tahun 2015, pada perintisan program ini, PT. Pertamina IT Banjarmasin mulai bekerjasama dengan SBI dalam melakukan penanaman mangrove rambai sebagai pakan alami bekantan. Pada tahun ini kegiatan lain yang dilakukan adalah upaya konservasi bekantan dengan perbaikan habitat serta bantuan pakan bagi rehabilitasi bekantan dengan total bantuan sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) .

Selanjtnya, tahun 2016, masuk pada pengembangan  upaya konservasi Bekantan dan ekosistem lahan basah dalam mendukung upaya Restorasi Mangrove Rambai sebagai pakan dan perbaikan habitat di Pulau Curiak. Selain itu kegiatan lain yang dikembangkan adalah sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sekitar Pulau Curiak Desa Anjir Serapat Muara I untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dalam Konservasi Bekatan dan Ekosistem Lahan Basah dengan total bantuan sebesar Rp. 97.000.000,- (sembilan puluh tujuh juta rupiah).

Pos terkait