RSUD Sultan Suriansyah Bentuk Nyata Pengembangan Sarana Pemkot Banjarmasin

Betapa tidak, dengan dibangunnya jembatan bertipe gantung dengan lebar 2,15 meter, kemudian panjang bentang 100 meter itu, maka keterisolasian kehidupan dan perekonomian sekira 1.500 orang Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di kawasan tersebut, dipastikan akan teratasi. Pembangunan jembatan yang dilakukan oleh pemenang tender PT Bayang Bungo asal Lampung itu menggunakan dana APBD Kota Banjarmasin sekira Rp40.4 miliar.

Menurut H Ibnu Sina, pembangunan jembatan tersebut untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat di wilayah tersebut, yang sudah puluhan tahun membutuhkan akses transportasi darat. Sehingga jangan heran bila dalam hal pembebasan lahan yang akan dijadikan lokasi oprit jembatan tersebut, Pemko Banjarmasin dan pihak kontraktor pelaksana tidak mengalami kesulitan.

Pasalnya, masyarakat di kawasan tersebut sangat mendukung dengan pembangunan jembatan tersebut, sehingga mereka dengan suka rela menghibahkan lahannya, untuk dijadikan lokasi pembangunan oprit jembatan tersebut.

Pembangunan jembatan bromo tak hanya berfungsi sebagai alat transportasi. Dalam konsep desainnya, jembatan tersebut juga akan dijadikan salah satu obyek destinasi wisata. Jembatan tersebut dibangun dengan konsep melingkar di dekat opritnya, kemudian membentang lurus dari kawasan Kampung Ujung Benteng, Kelurahan Mantuil.

Penulis : Ahmad Yani

Pos terkait