Di sela-sela kesibukannya mengawasi para pekerja yang sedang membikin pagar, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tanah Laut, Ismail Fahmi menuturkan, langkah awal yang dilakukan oleh pihaknya untuk membenahi objek wisata tersebut adalah melakukan pendekatan kepada warga sekitar, hampir satu tahun pihaknya secara rutin selalu bermusyawarah, hingga akhirnya diperoleh beberapa kesepakatan, diantaranya menyediakan fasilitas bagi warga sekitar untuk melakukan kegiatan usaha.
” Kita akui beberapa fasilitas yang kita sediakan untuk para pengunjung memang masih sangat kurang, misalnya akses jalan menuju puncak yang masih satu jalur, sehingga saat ada ojek yang melintas, para pejalan menjadi kurang nyaman ” jelas Fahmi.
Selain itu beberapa tempat istirahat yang ada nantinya juga akan di tambah, terutama di bagian puncak, karena pengunjung sangat kesulitan mencari tempat berteduh saat hujan turun. Tempat sampah juga menjadi salah satu perlengkapan yang nantinya akan segera pihaknya sediakan.
” Kita akan berusaha terus menata, karena baru tahun ini kita mulai membenahi objek wisata ini ” ucap Fahmi.
Pada hari biasa untuk tarif masuk sendiri setiap pengunjung di kenakan biaya 5000, dengan rincian 4500 untuk PAD dan 500 untuk asuransi pengunjung.
Sedangkan pada hari libur perayaan hari besar nasional seperti hari raya Idul Fitri, tarif masuk yang dikenakan sebesar 10.000.
” Animo masyarakat cukup besar, pada hari minggu kemarin setidaknya ada 800 orang lebih pengunjung yang datang ” tutup Fahmi.
Penulis : Tony Widodo




















