Untuk itu perlu ditingkatkan lagi toleransi, penyayang dan sifat pemaaf maka diharapkan akan menyulitkan jaringan terorisme memasuki faham ke anak muda usia 17 sampai 25 tahun.
Sementara itu, Ketua FKPT Kalsel Aliansyah Mahadi akan terus membangun komunikasi ke para ulama dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama meluruskan kekeliruan pemahaman mati syahid bila melakulan aksi radikalisme dan terorisme ke para santri di pondok pesantren.
“Bukan hanya pondok pesantren tapi juga ke sekolah umum dan Karang Taruna,” ucapnya.
Diharapkan dengan pencegahan secara dini Kalsel aman dan damai dari aksi terorisme, sehingga daerah ini jadi panutan.
Rilis FKPT Kalsel




















