Buku untuk Siswa MI Hidayatullah

Wartaniaga.com,Banjarmasin-Berangkat dari sebuah keprihatian dan realita dimana anak-anak usia sekolah yang cenderung kurang membaca buku karena keterbatasan daya beli buku, akan tetapi minat baca mereka sangat tinggi.

Terbuktinya dengan aktivitas baca mereka terhadap buku dan bacaan lain yang tersedia, meskipun terbatas dengan cara meminjam di perpustakaan yang sudah ada.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Sekolah-sekolah yang sudah menerapkan program literasi, biasanya mengalami kendala kekurangan buku saat program tersebut sudah berjalan. Siswa masih mau membaca buku, tetapi buku-buku yang bagus sudah terbaca semua. Hal ini bisa menurunkan semangat dan minat siswa untuk membaca.

Sekolah binaan DT Peduli, Madrasah Ibtidaiyah Hidayatullah sudah mempunyai program budaya baca dan sekarang sudah memulai program literasi.

Kepala sekolah Ibtidaiyah Hidayatullah, Kasim mengatakan jika di sekolahanya masih banyak kekurangan buku.

“Buku di sekolah banyak sudah dibaca siswa dan kami belum mempunyai perpustakaan, hanya ada pojok literasi,” ujarnya.

Alhamdulillah bukunya sudah sampai Kalimantan Selatan, kami senang kalo anak-anak di sana pada senang. Semoga buku nya awet di baca dari generasi ke generasi berikutnya, tutur ibu siti dari Gentara-Bandung.

Advetorial

Pos terkait

banner 468x60