Strategi Cafe Bertahan di Masa Pandemi

Sementara itu, tidak berbeda dengan Joan, pemilik Yummi Cafe, Yudie mengambil langkah dengan memasang promo di Go Jek dan Grab untuk mendatangkan pelanggan.

Yudie pemilik Yummi Cafe

“ Saya membuka usaha ini sejak Februari 2020 yang lalu, sebelum setelahnya ada wabah corona sehingga saat ini masih belum terlihat omset yang menjanjikan, tapi kami tetap harus bertahan,” ujarnya menceritakan.

Ia mengaku, membuka usaha ini bukan  semata-mata untuk meraup keuntungan tetapi karena kesukaanya memasak. “ Saya senang kulineran, jadi cafe ini juga menyalurkan hobi disamping sebagai usaha,” katanya.

Menyasar segmen pasar anak muda dan mahasiswa, cafe yang berada di kawasan Jalan Gatot Subroto ini juga menawarkan harga sesuai kantong pelanggannya.

“ Buat wadah nongkrong anak muda di sini, maka harga kami juga mulai Rp 10 ribu untuk secangkir minuman atau kopi,” terang Yudie seraya menambahkan rata-rata minuman yang disajikannya merupakan brand nya sendiri.

Sesuai anjuran pemrintah, bagi pelanggan Yummi Cafe diwajibkan mematuhi protokol kesehatan seperti, mencuci tangan, duduk bersekat, para karyawan menggunakan masker. “ Ini salah satu layanan yang kami berikan untuk kenyamanan pelanggan dan upaya menarik pembeli lebih banyak,” jelasnya.

Baik Yudie maupun Joan berharap era new normal dapat mengembalikan perputaran  ekonomi  normal kembali sehingga usaha mereka juga dapat berjalan dengan baik.

Reporter : Nirma Hafizah & Apriyudhi

Editor : Didin Ariyadi

Pos terkait