Wartaniaga.com,Banjarmasin- Ratusan pedagang yang berjualan di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, melakukan aksi protes sebagai bentuk penolakan mereka terhadap kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin terkait penutupan pasar sekunder atau non-bahan pokok.
Menurut data yang diperoleh Wartaniaga.com, rombongan pedagang tersebut meminta Walikota Banjarmasin untuk melakukan dialog bersama para pedagang yang ada di salah satu pasar terbesar di Kota Banjarmasin itu.
Salah satu perwakilan pedagang yang enggan disebut namanya mengaku, sangat keberatan dengan kebijakan tersebut, sehingga ia ngotot untuk tidak menutup toko pakaian miliknya.
“Kami semua pedagang minta duduk bersama Wali Kota Banjarmasin agar permasalahan ini selesai,” Ungkap pria yang enggan disebut identitasnya itu kepada awak media, Selasa (12/05) siang.
Diketahui sebelumnya, sejak kemarin pihak pasar sudah menerima sudah edaran Perwali Nomor 37 Tahun 2020 itu. Namun edaran tersebut tidak digubris oleh mereka. “Kita hanya meminta dialog jangan langsung menyuruh untuk menutup dagangan secara sepihak seperti ini,” tegasnya
Menurutnya, banyak pedagang yang meharapkan limpahan rezeki yang biasanya datang di bulan Suci Ramadhan sesaat sebelum tibanya hari raya Idul Fitri.
“Ibaratkan panen satu kali disetiap satu tahunnya, di bulan suci ramadhan ini saja yang rami berjualan. Ini menyangkut masalah perut. Kan kami ada yang kredit kendaraan dan rumah, kalau tidak ada dispensasi. Jika Satpol PP main kekerasan kami juga bisa,” ujarnya.




















