Lembaga Internasional Telah Disusupi Kampanye Anti Sawit?

  • Whatsapp
Nuri Andarwulan, Direktur Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology Center (SEAFAST) memberikan paparan pada #INAPalmOil Talkshow pada Rabu, (20/5)

Wartaniaga.com, Jakarta- Direktur Eksekutif _Council of Palm Oil Producing Countries _(CPOPC) Tan Sri Datuk Dr. Yusof Basiron, mengungkapkan industri sawit masih memiliki hambatan besar pada pasar Eropa. Kampanye negatif mengenai industri kelapa sawit tidak hanya gencar di berbagai media, namun organisasi-organinasi Internasional pun disinyalir telah disusupi oleh kepentingan kampanye anti sawit melalui berbagai isu.

Seperti yang dilakukan organisasi internasional Lembaga Kesehatan Dunia atau WHO, baru-baru ini salah satu kantor cabangnya yakni regional untuk wilayah Mediterania Timur (EMRO) dan Eropa mengeluarkan infografis yang berjudul “Nutrition Advice for Adults During COVID-19”. Dalam infografis yang dimuat di website resmi hingga media sosial WHO regional tersebut berisikan anjuran kepada masyarakat khususnya orang dewasa untuk menghindari makanan lemak jenuh selama pandemi, termasuk diantaranya minyak sawit.

BACA JUGA:  Ahli Sebut Setengah Populasi Indonesia Berhasil Lolos dari Kemiskinan

“Besar kemungkinan ini dilakukan dengan sengaja sebagai bagian dari kampanye anti sawit. WHO tidak memiliki basis ilmiah yang mampu mengungkapkan bahwa kelapa sawit itu berbahaya.” Tegas Yusof Basiron dalam #INAPalmOil Talkshow yang digagas forum komunikasi sawit yang diadakan secara online, pada Rabu (20/5/2020).

Pada kesempatan yang sama Direktur Perdagangan, Komoditas dan Kekayaan Intelektual Kementerian Luar negeri (Kemenlu), Hari Prabowo menyayangkan tindakan WHO yang telah mengaitkan secara langsung antara nasehat yang sifatnya umum dengan konteks khusus do’s and don’t’s di tengah pandemik. Kesalahan ini menggiring opini seolah-olah jika mengkonsumsi produk tertentu dapat meningkat resiko tertularnya COVID-19.

Pos terkait