Wartaniaga.com,Banjarmasin- Seiring berakhirnya masa pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Banjarmasin, terdapat sejumlah catatan penting yaitu bertambahnya jumlah cluster penularan Covid-19.
Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan, saat ini terdapat 5 cluster yang menjadi perhatian khusus bagi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjarmasin.
Ia memaparkan, Cluster pertama adalah cluster Ulin-1 yang merupakan pasien Covid-19 pertama di Kalimantan Selatan akibat bepergian ke luar daerah. Yang termasuk dalam cluster ini adalah anggota keluarga dari pasien Ulin-1.
Selanjutnya, cluster Gowa, yaitu yang berisi daftar jemaah yang mengikuti acara Ijtima Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan.
“Cluster ini melahirkan kawasan penyebaran baru, yakni cluster Pekapuran dan cluster Pasar Sentral Antasari,” bebernya.
Setelah itu, Ibnu melanjutkan, Cluster terakhir adalah multifaktor yaitu sumbangan dari berbagai macam kluster sebelumnya sehingga dijadikan satu.
“Melonjaknya jumlah cluster ini seiring dengan meningkatnya persentase jumlah kelurahan di Banjarmasin yang termasuk dalam zona merah,” terangnya.
Dengan demikian, seluruh cluster tersebut menjadi perhatian khusus oleh petugas, terutama untuk dilakukan tracking lanjutan.
Orang nomor satu di Kota Banjarmasin itu, dalam waktu dekat pada saat pelaksanaan perpanjangan masa PSBB kali ini, pihaknya akan melakukan rapid test atau tes cepat di kawasan yang termasuk dalam cluster yang suda ada.




















