Memaksimalkan Manfaat Dana ‘Nganggur’ Akibat Larangan Mudik

Ia menyarankan masyarakat untuk menjajakan produk yang sangat dibutuhkan pasar saat ini seperti masker kain, hand sanitizer, hingga makanan dan takjil untuk buka puasa. Andy sendiri memprediksi perilaku belanja online lambat laun akan menjadi kebiasaan masyarakat, meskipun pandemi telah usai.

“Bisa saja saat merintis bisnis, awalnya coba-coba iseng misalnya usaha membuat masker dari kain. Mungkin setelah corona selesai malah jadi bisnis penjahit betulan karena sudah menjadi kebiasaan,” tuturnya.

Sementara itu, Perencana Keuangan Tatadana Consulting Tejasari Asad menyarankan masyarakat tak gegabah untuk menggunakan dana mudik. Ia mengimbau uang itu disimpan jika nantinya agenda mudik bergeser di akhir tahun.

“Kalau rencana tetap mau mudik Desember dananya bisa disimpan. Kalau tidak, dananya bisa dibuat tambahan dana darurat untuk jaga-jaga karena kondisi penuh ketidakpastian,” katanya.

Alternatif lainnya, kata dia, adalah menggunakan uang tersebut untuk membuka bisnis kecil-kecilan. Jika masyarakat berniat membuka bisnis rumahan ia menyarankan dimulai dengan modal kecil sesuai dengan kemampuan.

Jika bisnis tersebut bisa berjalan lancar, maka ia memperbolehkan masyarakat mengambil tambahan modal dari pos lain yang seperti uang transportasi dan pos kebutuhan sekunder lainnya.

“Tapi bukan utang, karena utang itu akan memberatkan kita nantinya. Jadi kita melakukan switch budget (pergantian alokasi anggaran) saja,” tuturnya.

 

Reporter : Mamay

Editor : Riki

Foto : Hesti Rika

Pos terkait