Manajemen dan Pemain Barito Putera Sepakati Soal Gaji

Wartaniaga.com,Banjarmasin- Manajemen, pelatih, pemain dan ofisial klub PS Barito Putera telah menyepakati besaran pemotongan gaji periode Maret hingga Juni, menyusul terhentinya gelaran kompetisi Shopee Liga 1 tahun 2020 akibat pandemi virus Corona atau Covid-19. Semua pihak sepakat menjadikan Surat Keputusan (SK) PSSI No.48 tertanggal 27 Maret 2020 sebagai acuan.

CEO PS Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, menjelaskan dalam keputusan PSSI tersebut antara lain ada klausa perihal opsi perubahan kontrak kerja yang sebelumnya sudah disepakati antara manajemen klub dengan pelatih, pemain dan ofisial. “Klub hanya diwajibkan membayarkan maksimal 25 persen dari nilai yang tertera di dalam kontrak kerja untuk periode Maret sampai dengan Juni,” kata Hasnuryadi, awal pekan tadi.

Pemotongan gaji hingga 75 persen ini bisa dimaklumi oleh pelatih, pemain dan ofisial “Laskar Antasari”, julukan PS Barito Putera yang didirikan di Banjarmasin pada 21 April 1988 silam. Tak lama setelah tim diliburkan pada pertengahan Maret lalu, Pelatih Kepala Djadjang Nurdjaman dalam kesempatan wawancara dengan media massa, mengaku tak mempersoalkan apabila dalam kondisi force majeure seperti ini manajemen mengurangi gaji personel tim.

Hal senada disampaikan pemain PS Barito Putera, yang diwakili Rizky Rizaldi Pora (kapten tim) dan Bayu Pradana (wakil kapten tim). Keduanya mendukung penuh kebijakan yang ditempuh pihak manajemen klub. Menurut mereka, langkah tersebut setidaknya dapat membantu meringankan beban yang harus dihadapi klub pada situasi terhentinya kompetisi. Apalagi tidak bisa dipastikan kondisi seperti ini sampai kapan bakal berakhir.

Pos terkait