Agus mengatakan agar keran impor bawang putih tersebut nantinya bermanfaat bagi masyarakat, pihaknya juga akan memperkuat regulasi dengan menetapkan harga acuan barang dan harga eceran tertinggi (HET). Aturan dikeluarkan demi mengontrol harga.
“Penguatan regulasi Kemendag, antara lain dengan mengatur harga acuan, HET, distribusi bahan pokok, dan pemantauan dan pengawasan,” jelasnya.
Agus mengklaim pihaknya telah menstabilkan harga bahan pokok dan menjaga nilai inflasi pangan dalam 3 tahun terakhir.
“Inflasi dapat terkendali di bawah 5 persen, di tengah kondisi cuaca ekstrem yang cukup mengganggu kelancaran produksi dan distribusi pangan khususnya 2019 lalu,” katanya.
Menurut Agus, kendati neraca perdagangan Indonesia defisit US$3 miliar pada tahun 2019, nilai inflasi di bawah 5 persen menunjukkan peningkatan kinerja dibandingkan 2018.
Lebih lanjut, Agus menegaskan, perlunya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, beserta pelaku usaha agar pasokan dan harga barang pokok tetap terkendali.
Rencananya, Agus akan menurunkan Tim Penetrasi Pasar ke 205 pasar di 82 kabupaten untuk mengawal kelancaran dan kecukupan pasokan barang pokok di pasar hingga lebaran.
Ia menjelaskan, apabila ditemukan potensi kurangnya pasokan, maka tim akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, satgas pangan serta perum Bulog untuk segera menyuplai langsung kepada para pedagang di pasar.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto untuk memastikan ketersediaan dan kecukupan bahan pokok saat bulan puasa.
Perintah dirasa perlu karena situasi saat ini sedang tidak normal setelah pengumuman dua WNI positif terinfeksi virus corona.
“Pasokan harus cukup. Ini sebentar lagi dihadapkan pada yang namanya Ramadan. Hati-hati loh ini. Kebutuhan pasokan bukan hanya untuk industri, tapi juga konsumsi,” ucap Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/3).
Reporter : Mamay
Editor : Ricky
Foto: ist



















