Bank Indonesia Dukung Pengembangan Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Digital UMKM

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Jakarta – Salah satu langkah kebijakan BI untuk pemulihan ekonomi nasional adalah mengembangkan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif dan efisien khususnya UMKM, Gernas BBI termasuk Gerakan Bangsa Berwisata Indonesia (GBWI).

Demikian disampaikan Erwin Haryono Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia di Jakarta saat Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Februari 2021 di Jakarta. Dalam rapat diputuskan untuk menurunkan BI-7 Day Reverse Revo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 3.5%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2.75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4.25%.

“Keputusan ini konsisten dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah dan stabilitas nilai tukar rupiah yang terjaga, serta sebagai langkah lanjutan untuk mendorong momentum pemulihan ekonomi nasional,”ujarnya.

BACA JUGA:  BLT Corona Senilai Rp 3,48 T Ditebar di Luar Jabodetabek

Dia juga menambahkan, Bank Indonesia menempuh langkah-langkah kebijakan sebagai tindak lanjut sinergi kebijakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam Paket Kebijakan Terpadu untuk peningkatan pembiayaan dunia usaha dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi.

Koordinasi kebijakan dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus diperkuat, termasuk implementasi Paket Kebijakan Terpadu KSSK, dengan focus pada upaya untuk mengatasi permasalahan sisi permintaan dan penawaran dalam penyaluran kredit/pembiayaan dari perbankan kepada dunia usaha pada sektor-sektor prioritas yang mendukung pertumbuhan ekonomi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

Dengan implementasi vaksinasi dan sinergi kebijakan nasional diprakirakan akan mendorong pemulihan ekonomi nasional. Pada triwulan IV 2020, ekonomi Indonesia terkontraksi sebesar 2.19&(yoy), terutama karena masih lemahnya konsumsi swasta dan investasi bangunan sebagai dampak masih terbatasnya mobilitas akibat pandemi Covid-19. Meskipun lebih rendah dari perkiraan, ekonomi pada triwulan IV-2020 membaik dengan kontraksi lebih rendah dari triwulan sebelumnya sebesar 3.49% (yoy). Secara keseluruhan tahun 2020 ekonomi terkontraksi 2.07%.

Pos terkait