Harga Minyak Dunia Merosot 5 Persen Usai Stimulus Ekonomi AS

Kelompok 20 negara ekonomi utama atau G20 sepakat menyuntikkan lebih dari US$5 triliun untuk ekonomi global demi membatasi kehilangan masyarakat terhadap pekerjaan dan pendapatan mereka akibat virus corona. G20 juga akan melakukan apa pun untuk mengatasi pandemi.

Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat AS meloloskan rancangan undang-undang bantuan virus corona senilai US$2 triliun. Harapannya, stimulus itu dapat memberikan bantuan cepat ketika ekonomi terpuruk.

Di sisi lain, China kembali melaporkan kasus pertama virus corona yang ditularkan secara lokal dan 54 kasus impor baru. China akhirnya kembali menerapkan pengurangan penerbangan internasional secara tajam karena khawatir para pelancong memicu kembalinya wabah tersebut.

Sayangnya, ketika permintaan minyak global merosot, Arab Saudi justru berjuang untuk menemukan pelanggan untuk merebut pangsa pasar. Negara produsen minyak terbesar itu berupaya memperluas produksi.

Pasalnya, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia, gagal mencapai kesepakatan pembatasan produksi minyak guna mendukung harga.

 

Reporter : Mamay

Editor : Riky

Foto : Rosa Pangabean

Pos terkait